Drakor dan Dracin, Mesin Uang dari Produk Penggemar
- https://www.maria-g-soemitro.com/2023/10/perbedaan-drama-korea-drama-cina.html
Drama, VIVA Mindset –Drama Korea atau drakor dan drama China atau dracin kini memiliki peluang bisnis yang lebih luas daripada penjualan hak tayang. Setelah cerita berakhir, penggemar masih dapat membeli album lagu tema, buku naskah, buku seni, kartu foto, poster, pakaian, hingga barang koleksi karakter.
Model bisnis ini dikenal sebagai monetisasi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Produser tidak hanya menjual cerita, tetapi juga pengalaman yang berkaitan dengan cerita tersebut.
Data Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menunjukkan bahwa pendapatan industri konten Korea pada 2024 mencapai sekitar 157,4 triliun won, meningkat 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor industri tersebut mencapai sekitar US$14,08 miliar, naik 5,5 persen. Angka ini mencakup berbagai sektor, seperti gim, musik, penyiaran, penerbitan, dan konten lainnya, sehingga tidak dapat dianggap sebagai pendapatan merchandising drama semata.
Meski demikian, data tersebut menunjukkan besarnya ekosistem ekonomi kreatif Korea. Produk turunan drama menjadi salah satu peluang bisnis di dalam ekosistem yang lebih luas tersebut.
Queen of Tears: ketika lagu menjadi bagian dari kenangan penonton
Drama Queen of Tears tayang pada 8 Maret hingga 27 April 2024 dengan total 16 episode. Menurut informasi resmi CJ ENM, serial ini disutradarai Jang Young-woo dan Kim Hee-won, dengan naskah karya Park Ji-eun.
Cerita berpusat pada Baek Hyun-woo (Kim Soo-hyun), pengacara dari keluarga sederhana, dan Hong Hae-in (Kim Ji-won), pewaris konglomerasi Queens Group. Mereka menikah karena cinta, tetapi hubungan tersebut memburuk setelah tiga tahun. Ketika Hae-in menghadapi krisis kesehatan dan keluarga mereka terancam oleh konflik bisnis, pasangan ini berusaha memperbaiki hubungan.
Pemeran pendukung, seperti Park Sung-hoon, Kwak Dong-yeon, dan Lee Joo-bin, memperkuat konflik keluarga serta perebutan kekuasaan.
Adegan percakapan pribadi Hyun-woo dan Hae-in menjadi penting karena memperlihatkan perubahan emosi mereka. Ketegangan di lingkungan keluarga konglomerat juga berlawanan dengan momen romantis yang lebih sederhana. Perubahan suasana tersebut membuat musik memiliki peran penting dalam membangun kenangan penonton.
Lagu-lagu dalam OST Queen of Tears dibawakan oleh sejumlah musisi, termasuk BSS dari SEVENTEEN, 10CM, Heize, Crush, Paul Kim, dan Kim Soo-hyun. Situs perusahaan produksi musik Sori Narly mencantumkan lagu-lagu tersebut, termasuk album lengkap dan lagu khusus yang dinyanyikan Kim Soo-hyun.