My Pink Prince, Pangeran Dingin yang Rapuh

Shi Qianxia dan Gu Qingyun dalam My Pink Prince
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DTe2SXQAaXV/?img_index=6&igsh=MWNueG93ZnN5N3dhZw==

Drama, VIVA MindsetTren short drama China semakin merajalela di berbagai platform streaming dan media sosial. Salah satu yang cukup mencuri banyak perhatian adalah My Pink Prince (粉红王爷 / Fen Hong Wang Ye), yang telah rilis pada 14 Januari 2026. Drama pendek bertema transmigrasi dengan sentuhan komedi ringan dan romansa manis sekaligus emosional ini telah menjadi perbincangan publik. Karena keunikan alur, cerita, serta karakter dan visual para pemerannya yang membuat penonton sulit berhenti menonton. My Pink Prince berhasil menghadirkan cerita yang padat, konflik yang tidak ambigu, dan perkembangan karakter yang menjadi daya tarik utama bagi para penggemar drama China.

img_title The Apothecary Diaries Resmi Diadaptasi Jadi Drama Live Action, Tayang di Prime Video 2028

 

Sinopsis

img_title Lowkey in Love HyoRiSoo Dipromosikan di Music Show, Skibidi Melesat di Tangga Lagu MelOn

Drama ini mengisahkan tentang Shi Qianxia (diperankan oleh Yu Yin), seseorang yang tiba-tiba transmigrasi ke dalam sebuah novel dan mendapati dirinya menjadi seorang pengemis pinggir jalan yang hampir mati kelaparan. Di tengah situasi tersebut, ia bertemu dengan pengemis lain dan berinisiatif melakukan hal yang sama. Ia pun mulai mempraktekkan ilmu mengemis yang ia dapat. Saat itu, kereta kuda berwarna pink mencolok melintas. Shi Qianxia menghentikannya, lalu mulai merengek meminta uang. Tak diduga, yang ada di dalam kereta pink itu ternyata seorang pangeran dari bangsawan terkenal yang disebut dengan Pink Prince, bernama Gu Qingyun (diperankan oleh Wang Peiyan). Dari situlah nasibnya berubah, ia diangkat menjadi selir pangeran karena wajahnya yang sangat mirip dengan musuh bebuyutannya di dalam cerita.

 

img_title Teaser Rilis, Lima Pemeran Utama Love in the Moonlight Reuni di Variety Show Spesial 10 Tahun

Gu Qingyun membawa Qianxia ke dalam istananya. Bukan untuk dijadikan pasangan sejati, tetapi sebagai alat balas dendam atas sakit yang selama ini ia pendam. Setelah mengetahui itu, Qianxia merencanakan untuk kabur. Akan tetapi, niatnya urung karena sang pangeran membayarnya dengan bayaran tinggi setiap bulan.

 

Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang mereka lalui bersama. Qianxia yang gigih dan ceria mulai menemukan sisi lain dari seorang Gu Qingyun yang selama ini tak terlihat. Di balik sikapnya yang dingin itu, ternyata sang pangeran memiliki masa lalu penuh dendam, luka, dan trauma. Qianxia mencari berbagai cara untuk menghibur dan perlahan melepaskan dendam yang selama ini menempati hati pangeran. Dengan hal-hal kecil dan tingkah absurd yang ia lakukan, Gu Qingyun pun mulai menyadari bahwa perempuan di hadapannya bukanlah bagian dari bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya. Ia mulai memahami bahwa hal yang telah terjadi di masa lalu tidak baik untuk diungkit terus-menerus di masa depan.

 

Qianxia telah menjadi cahaya dalam kehidupan Gu Qingyun. Hubungan mereka pun perlahan berubah, dari kebencian menjadi cinta.

 

Di balik judulnya yang terdengar manis, drama ini menyimpan banyak cerita tentang luka, trauma, takdir, masa lalu, dan bagaimana cara mencintai seseorang secara apa adanya, bukan sebagai pengganti, karena mirip dengan seseorang di masa lalunya.

 

Sebagai short drama, produksi My Prince Pink tergolong rapi. Kostum kerajaan yang elegan, tata rias karakter yang mencolok, serta penggunaan warna cerah yang memberikan nuansa semi-historical menarik. Warna pink yang melekat pada karakter utama bukanlah sekadar gimmick visual, melainkan simbol bahwa dalam jiwa yang lembut dan penuh kerentanan bukanlah sebuah kelemahan.