Musik Ternyata Ampuh Untuk Meredakan Stres Dan Kecemasan

Ilustrasi wanita mendengarkan musik untuk meredakan stres.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/a-woman-in-plaid-long-sleeves-sitting-on-the-chair-while-listening-to-music-6864507/

Musik, VIVA Mindset – Musik bukan sekadar teman di kala sepi atau hiburan semata. Bagi banyak orang, memasang penyuara telinga (earphone) dan memutar lagu favorit adalah cara tercepat untuk "melarikan diri" dari hiruk-pikuk dunia. Ternyata, kebiasaan ini memiliki landasan ilmiah yang kuat. Musik memiliki kekuatan terapeutik yang mampu memengaruhi kondisi biologis dan psikologis manusia secara langsung.

img_title Teori di Balik MV Patient Zero Taylor Swift, Dari Hantu Sampai Dua Mawar

Dilansir dari American Psychological Association (APA), musik sering digunakan sebagai alat bantu dalam terapi klinis untuk membantu pasien mengelola rasa sakit dan gangguan emosional. Ritme dan melodi dapat merangsang otak untuk memproduksi hormon-hormon kebahagiaan. Berikut adalah penjelasan ilmiah mengenai bagaimana musik bekerja sebagai obat alami bagi jiwa yang lelah.

1.      Menurunkan Hormon Stres

img_title Alasan Taylor Swift Layak Raih Artist Director Honors Di MTV VMAs 2026

Saat seseorang merasa tertekan, tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Dikutip dari Healthline, mendengarkan musik dengan tempo lambat dan nada yang tenang terbukti efektif menurunkan kadar kortisol dalam darah.

Proses ini mirip dengan efek meditasi. Musik klasik atau instrumen lo-fi dapat memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah, membawa tubuh masuk ke dalam fase relaksasi. Inilah sebabnya mengapa banyak orang merasa lebih "enteng" setelah mendengarkan lagu balada atau instrumen alam setelah seharian bekerja keras.

img_title Daftar Pemenang Mtv Vmas 2026, Taylor Swift Bawa Pulang Video Of The Year!

2.      Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Fokus

Pernahkah Anda merasa lebih produktif saat bekerja sambil mendengarkan musik latar? Hal ini bukan sugesti semata. Melansir riset dari Johns Hopkins Medicine, mendengarkan musik dapat mengaktifkan berbagai area di otak yang berhubungan dengan memori dan perhatian.

Musik bertindak sebagai "stimulan" yang menjaga otak tetap terjaga. Bagi pelajar atau pekerja, musik instrumental tanpa lirik seringkali menjadi pilihan terbaik karena dapat meningkatkan konsentrasi tanpa memecah fokus otak untuk memproses kata-kata atau lirik lagu.

3.      Wadah Ekspresi Emosi

Terkadang, ada perasaan yang terlalu rumit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Di sinilah peran musik sebagai media katarsis atau pelepasan emosi. Disadur dari Psychology Today, mendengarkan lagu sedih saat sedang patah hati sebenarnya adalah mekanisme yang sehat.

Musik membantu memvalidasi perasaan pendengarnya. Lirik yang relatable atau melodi yang sendu membuat seseorang merasa "dimengerti" dan tidak sendirian. Proses ini membantu seseorang memproses kesedihan mereka dengan lebih cepat dan bangkit kembali dengan mental yang lebih stabil.