Rekomendasi Drakor Healing Yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental
- https://www.imdb.com/title/tt12451520/mediaviewer/rm692301057/
Drakor, VIVA Mindset –Drama Korea alias Drakor seringkali identik dengan kisah romansa yang manis dan bikin baper. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak kreator drama yang mulai berani mengangkat tema-tema sensitif namun penting, seperti kesehatan mental dan trauma masa lalu. Tontonan seperti ini tidak hanya menghibur, tapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana manusia berdamai dengan luka batinnya.
Dilansir dari laman Soompi, tren drama bertema healing semakin diminati karena penonton merasa terwakili oleh perjuangan para karakternya. Alih-alih menyuguhkan cerita cinta yang klise, drama-drama ini justru menawarkan pelukan hangat bagi jiwa yang lelah. Berikut adalah rekomendasi Drakor inspiratif yang mengajarkan kita bahwa "tidak baik-baik saja itu wajar".
1. It's Okay to Not Be Okay
Judul drama ini saja sudah menyiratkan pesan yang kuat. Dikutip dari ulasan di NME, drama yang dibintangi Kim Soo Hyun dan Seo Ye Ji ini dipuji karena penggambaran karakter yang realistis dan penuh lapisan. Ceritanya berpusat pada seorang perawat bangsal psikiatri yang menutup diri dari cinta, dan seorang penulis dongeng anak yang memiliki gangguan kepribadian antisosial.
Melalui dongeng-dongeng gelap yang diselipkan di setiap episodenya, drama ini mengajak penonton menyelami trauma masa kecil yang belum tuntas. Pesan moralnya sangat dalam: untuk bisa sembuh, seseorang harus berani menghadapi ketakutan terbesarnya, bukan melarikan diri darinya.
2. Daily Dose of Sunshine
Berbeda dengan drama medis pada umumnya yang penuh ketegangan di ruang operasi, drama ini justru menyoroti kehidupan di bangsal psikiatri dengan nuansa yang hangat dan manusiawi. Melansir Time Magazine, drama ini diadaptasi dari pengalaman nyata seorang perawat kesehatan mental.
Park Bo Young yang memerankan karakter utama, Jung Da Eun, membawa penonton melihat berbagai jenis gangguan mental—mulai dari depresi, gangguan panik, hingga skizofrenia—dengan kacamata empati, bukan penghakiman. Drama ini mematahkan stigma negatif tentang pasien gangguan jiwa dan mengajarkan bahwa penyakit mental bisa menimpa siapa saja, sama seperti penyakit fisik lainnya.
3. Move to Heaven