Volume Terlalu Kencang, Ini 4 Dampak Earphone pada Pendengaran Anak

Anak menggunakan headphone
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/boy-in-black-shirt-using-white-laptop-computer-et9xL7926Nw

Parenting, VIVA Mindset –Mendengarkan musik, menonton video, hingga belajar daring dengan menggunakan earphone sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak masa kini. Namun, penggunaan earphone yang terlalu sering atau dengan volume tinggi dapat memicu gangguan pendengaran yang berdampak jangka panjang.

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

Tingkat kebisingan diukur dalam satuan desibel (dB). Contohnya, percakapan sehari-hari berada di kisaran 60 dB. Sementara itu, suara mesin, area konstruksi, atau musik rock dapat mencapai 100–120 dB. Agar pendengaran tetap terjaga, para ahli merekomendasikan batas kebisingan maksimal 80-85 dB dengan durasi paparan tidak lebih dari 8 jam per hari. 

Paparan suara yang melebihi batas kebisingan dapat meningkatkan risiko kerusakan telinga, terutama pada anak-anak yang memiliki pendengaran sensitif.

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

Gejala Awal Gangguan Pendengaran pada Anak

Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut yang mungkin muncul ketika pendengaran anak mulai terganggu.

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

- Anak berbicara lebih keras dari biasanya.

- Sering bertanya “Hah?” atau “Apa?” ketika diajak bicara.

- Menyalakan televisi atau gadget dengan volume sangat tinggi.

- Mengaku tidak mendengar suara orang tua walaupun sudah dipanggil berkali-kali.

- Cenderung menggunakan satu telinga saat mendengar atau mengatakan salah satu telinga terasa kurang jelas.

Jika anak menunjukkan beberapa gejala di atas, ada kemungkinan mereka mengalami gangguan pendengaran akibat penggunaan earphone yang tidak terkontrol.

Dampak Volume Kencang pada Earphone Anak

Penggunaan earphone dengan suara kencang dan terlalu sering dapat mengarah pada beberapa gangguan pendengaran seperti berikut.

1. Tinnitus atau Dengung di Telinga

Paparan suara keras dapat menyebabkan telinga berdenging, berdengung, atau berbunyi “nging”. Tinnitus bisa bersifat sementara. Namun, jika terjadi berulang dalam jangka waktu yang lama, maka dapat menjadi tanda kerusakan pada saraf pendengaran.

2. Penurunan Kemampuan Mendengar

Kerusakan di bagian dalam telinga dapat menurunkan kemampuan mendengar. Anak dapat kesulitan menangkap suara pelan, frekuensi tertentu, atau mengalami telinga terasa penuh.

3. Gangguan Pendengaran Sementara atau Permanen

Walaupun bersifat sementara, jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan telinga bisa menjadi permanen. Pendengaran anak tidak dapat kembali seperti semula, meski sudah diberikan perawatan.

Halaman Selanjutnya
img_title