7 Film Modern yang Menghidupkan Tragedi Yunani
- https://www.imdb.com/title/tt0071562/mediaviewer/rm842714112/
Film, VIVA Mindset –Dilansir dari No Film School, banyak naskah layar lebar yang begitu kuat sehingga menimbulkan gema dari kisah tragedi Yunani Kuno, kisah tentang kesombongan, penebusan, hingga nasib yang tak bisa dihindari.
Apa itu Tragedi Yunani?
Tragedi Yunani adalah bentuk drama klasik yang berkembang di Yunani pada akhir abad ke-6 SM. Ciri khasnya terletak pada emosi yang intens, tema takdir, konflik moral, dan kejatuhan tokoh utama akibat kesalahan atau sifat tragis (hamartia). Karakter protagonis dalam tragedi Yunani seringkali adalah sosok mulia yang berusaha melawan nasib hanya untuk menyadari bahwa takdir jauh lebih kuat dari kehendak manusia.
Beberapa karya monumental di antaranya adalah; 1) Rex (Sophocles) tentang kisah raja yang mencari kebenaran hingga menemukan dosa terbesar dalam hidupnya sendiri; 2) Antigone (Sophocles) tentang perempuan pemberani yang melawan hukum demi kehormatan keluarganya; 3) Medea (Euripides) tentang kisah balas dendam istri yang terkhianati yang mengorbankan segalanya; 4) The Bacchae (Euripides) tentang kemarahan dewa Dionysus terhadap manusia yang menolak untuk percaya; dan 5) Promotheus Bound (Aeschylus) tentang penderitaan Titan yang dihukum karena membantu manusia.
Sejak dunia sinema berkembang, banyak sutradara dan penulis skenario yang menciptakan cerita dengan dasar moral, konflik batin, dan kejatuhan yang mencerminkan inti tragedi Yunani. Berikut rangkuman sembilan film dari No Film School yang paling berhasil menangkan esensi tragedi Yunani dalam bentuk modern-nya.
1. There Will Be Blood (2007) tentang Antigone, Sophocles
Tokoh film Daniel Plainview (diperankan Daniel Day-Lewis) adalah potret kerakusan manusia modern. Hasratnya berpaku pada minyak menelan moralitas, keluarga hingga dirinya sendiri. Seperti Creon dalam Antigone, ia menjadi korban dari ambisinya sendiri. Adegan terakhir “I’m finished!” merefleksikan isolasi dan kehancuran batin seorang pria yang menolak melihat kesalahan.
2. Requiem for a Dream (2000) tentang The Bacchae, Euripides
Obsesi Sara, Harry, dan Marion terhadap mimpi dan kenikmatan duniawi menyerupai pemberontakan Pentheus terhadap para dewa. Mereka melawan batas, menantang takdir, dan akhirnya hancur oleh tangan mereka sendiri. Montase pada akhir film adalah versi modern dari The Bacchae, tubuh dan jiwa tercabik karena keinginan yang tak terkendali.