Hail to the King, Kisah Besar Avenged Sevenfold
- https://www.instagram.com/p/DLjbMrfua5w/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Musik, VIVA Mindset – Band metal legendaris Avenged Sevenfold (A7X) kembali menggebrak dunia musik dengan kisah perjalanan mereka yang penuh lika-liku, dari awal terbentuknya di California hingga mencapai puncak popularitas global.
Sepanjang kariernya, band ini terus menghadirkan karya-karya musik yang kuat melalui album-album mereka dan menampilkan energi panggung yang memukau dalam tur serta konser berskala internasional, membuat penggemar di seluruh dunia tetap setia mengikuti setiap langkah mereka.
Album
Avenged Sevenfold memiliki perjalanan musik yang kaya dengan delapan album studio utama, dimulai dari “Sounding the Seventh Trumpet (2001)” hingga “Life Is But a Dream… (2023)”. Selain itu, mereka juga merilis kompilasi dan album live seperti “Diamonds in the Rough (2008)” dan “Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)”.
Mereka juga merilis EP khusus “Black Reign (2018)” untuk seri game Call of Duty. Setiap rilisan mencerminkan evolusi musik mereka dari metalcore awal hingga gaya rock dan metal modern yang lebih matang, menjadikan Avenged Sevenfold salah satu band paling berpengaruh di generasinya.
Concert
Avenged Sevenfold telah menorehkan sejarah panjang melalui tur dan konser mereka yang mendunia. Dimulai dari “Avenged Sevenfold Tour (2007–2009)” untuk mempromosikan album Avenged Sevenfold, mereka kemudian melanjutkan dengan “Nightmare Tour (2010–2011)” yang menandai debut Mike Portnoy sebagai drummer.
Kesuksesan berlanjut dengan tur lainnya termasuk “Hail to the King Tour (2013–2014)” dan “The Stage World Tour (2016–2018)”. Tur dunia yang sukses, A7X berhasil melebarkan sayap dan membawa mereka untuk hadir dan tampil di berbagai festival besar.
Kemudian, tur terbaru mereka “Life Is But a Dream… Tour (2025–2026)”, juga telah dimulai pada September 2025. Meski sempat ditunda di beberapa kota karena cedera vokal M. Shadows. A7X terus menunjukkan kemampuan band mereka dalam mempertahankan pengaruhnya di kancah musik rock internasional.