Evolusi Bring Me The Horizon, Dari Amarah ke Melodious
- https://x.com/bmthofficial/status/1959678953603633455
Musik, VIVA Kerangka berpikir -Dari dentuman keras yang penuh amarah hingga melodi yang sarat emosi, Bring Me The Horizon (BMTH) telah menempuh perjalanan musikal yang penuh kejutan. Band asal Sheffield ini bukan hanya berevolusi, tetapi juga berani mendobrak batasan genre, menjadikan setiap albumnya sebagai babak baru dalam sejarah musik modern.
Bring Me the Horizon merupakan band rock asal Sheffield, Inggris, yang berdiri pada tahun 2004. Beranggotakan Oli Sykes sebagai vokalis, drummer Matt Nicholls, gitaris Lee Malia, dan bassist Matt Kean. Band ini berada di bawah naungan RCA Records secara global, sementara untuk wilayah Amerika Serikat mereka bekerja sama dengan Columbia Records.
Deathcore & Metalcore
Band ini debut pada tahun 2006 melalui album “Count Your Blessings” dengan lagu ikoniknya bertajuk “Pray for Plagues”. Gaya yang diusung dalam album ini didominasi oleh elemen deathcore. Deathcore yang diusung pada lagu ini hadir dengan karakter keras, brutal, dominasi scream, dan hentakan breakdown.
Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, pada 2008 melalui album “Suicide Season” BMTH kembali mengusung genre deathcore yang diselingi dengan genre metalcore yang lebih bersih. Dengan lagu-lagu legendarisnya seperti “Chelsea Smile” dan “Diamonds Aren’t Forever”, para penikmat musik metal sangat mengapresiasi album comeback mereka.
Kemudian pada 2010, pada album “There Is a Hell, Believe Me I’ve Seen It. There Is a Heaven, Let’s Keep It a Secret.”, Bring Me The Horizon menghadirkan genre metalcore dengan sedikit sentuhan electronic dan orchestra yang autentik yang bisa didengar pada lagu fenomenal “Blessed with a Curse”, dan “It Never Ends”.
Alternative Metal dan Post-Rock
Pada tahun 2013 pada album “Sempiternal”, BMTH muali banting setir dengan mengusung genre alternative metal dan electronic rock. Melalui lagu-lagu populernya seperti “Can You Feel My Heart”, “Sleepwalking”, dan “Shadow Moses”, band ini memberikan nuansa baru yang tidak terlalu keras, brutal, dan didominasi scream.
Genre alternative rock dan post-rock yang emosional tapi tetap ringan menjadi genre utama pada album “That’s the Spirit” yang dirilis pada tahun 2015. Lagu “Drown”, “Throne”, dan “Follow You” dengan hook vokal dan riff gitar yang simpel menjadi lagu ikonik Bring Me The Horizon pada album kali ini.