Evolusi Bring Me The Horizon, Dari Amarah ke Melodious

Bring Me The Horizon di Reading & Leeds Festival
Sumber :
  • https://x.com/bmthofficial/status/1959678953603633455

Pop Rock dan EDM

img_title Skibidi, Video Comeback Perdana HyoRiSoo Resmi Dirilis Lewat Kanal SMTown

Band asal Inggris ini menjadi lebih berani dan inovatif dengan genre barunya, album “amo” yang dirilis pada tahun 2019 dinilai sebagai titik balik mereka dalam bermusik. Mengusung tiga genre berbeda yang unik, pop rock, EDM, dan experimental menjadi kiblat band dalam album tersebut dengan lagu-lagu khasnya “Mantra”, “Medicine”, dan “Mother Tongue”.

 

img_title Daisy Chain Fields, Festival Amal Perdana Olivia Rodrigo yang Berhasil Kumpulkan Rp325 Miliar

 

 

img_title Taylor Swift Tampil di Acara For Your Consideration Emmy, Obrolan Personal Berjam-jam Bareng Tamu yang Hadir

Nu-Metal revival dan Electronic

BMTH tidak berhenti bereksperimen dengan genre baru yang bertolak belakang dari lagu-lagu terdahulu. Pada album “Post Human: Survival Horror” yang dirilis pada tahun 2020, dengan gabungan antara metalcore, nu-metal revival, dan electronic, album ini menjadi ciri khas baru band bersama lagu fenomenalnya seperti “Teardrops”, dan “Parasite Eve”.

Experimental Rock

Pada tahun 2024, Bring Me The Horizon kembali ke akar perjalanannya dengan merilis album bertajuk “Post Human: NeX GEn”. Mengusung perpaduan experimental rock, emo revival, dan hyperpop-metal, band rock ini menghadirkan kebangkitan baru melalui lagu andalannya seperti “LosT”, “DArkSide”, dan “n/A”.

BMTH juga meluncurkan album remix baru “Lo-files”, berisi 23 reinterpretasi lagu mereka dari 12 tahun terakhir. Album ini bukan sekadar nostalgia, melainkan juga bukti bahwa karya lama dapat diberi nafas baru tanpa kehilangan identitas band. Dari deathcore hingga lo-fi, BMTH membuktikan bahwa evolusi adalah kunci keberlangsungan mereka di industri musik.