Menerjemahkan Jazz Menjadi Pop Modern bersama Laufey
- https://www.instagram.com/p/C32vDBxr5hg/?igsh=bnlvZjFwY29teTFu
Musik, VIVA Mindset –Siapa bilang jazz hanya untuk generasi lama? Kehadiran Laufey membuktikan sebaliknya. Penyanyi berdarah Islandia-Asia ini sukses memikat dunia musik dengan meramu jazz klasik dan pop modern yang dekat dengan generasi baru. Usai meraih penghargaan Crossover Artist of the Year di Variety Hitmakers 2024, Laufey kian dikenal berkat vokal bernuansa klasik ala Ella Fitzgerald dan Billie Holiday yang ia padukan dengan pendidikan musik klasik, menghadirkan karya penuh nostalgia namun tetap segar di era digital.
Menariknya, Laufey tidak pernah mengklaim dirinya sebagai musisi jazz “murni”. Ia justru mengatakan bahwa musiknya adalah ruang terbuka yang menyerap pengaruh dari jazz, pop, hingga klasik, lalu diterjemahkan sesuai identitasnya. Generasi muda, khususnya Gen Z, pun menyambutnya hangat. Mereka mendengarkan musik bukan lagi lewat label genre, melainkan melalui perasaan dan suasana. Seperti yang dikatakan Laufey dalam wawancara dengan Variety, banyak penggemarnya tidak peduli apakah lagu itu jazz atau pop; yang penting mereka bisa merasakan energi dan emosinya.
Dari sisi kritikus musik, kehadiran Laufey membawa perdebatan menarik. Di satu sisi, ia dipuji karena berhasil menghidupkan kembali minat terhadap jazz vokal di era streaming, ketika genre ini kerap dianggap jauh dari arus utama. Album Bewitched, misalnya, menunjukkan bagaimana jazz bisa tampil dengan produksi modern tanpa kehilangan kehangatan melodi dan atmosfir klasik. Namun di sisi lain, beberapa kritikus menilai sentuhan pop yang terlalu dominan membuat sebagian karyanya terasa “terlalu halus”, sehingga mengurangi kedalaman dan improvisasi khas jazz tradisional.
Meski menuai kritik, pendekatan “crossover” Laufey terbukti penting karena mampu memperluas audiens jazz ke generasi baru melalui kekuatan media sosial dan platform streaming. Dengan memadukan nuansa klasik dan sentuhan modern, ia tidak hanya menjaga warisan jazz tetap hidup, tetapi juga menuliskannya ulang agar relevan di era sekarang. Perjalanannya menunjukkan bahwa batas genre bukanlah tembok, melainkan garis yang bisa digambar ulang, menjadikan musik sebagai bahasa universal yang terus berkembang. Apakah ia dianggap menyelamatkan jazz atau justru mengubahnya terlalu jauh, yang jelas Laufey telah membuka jalan baru bagi jazz untuk kembali bergema di hati pendengar global.