Kritik Fans terhadap Musim 3 One Punch Man Minim Frame, Banyak Still Frame
- https://comicbook.com/wp-content/uploads/sites/4/2025/09/Saitama-looking-worried-with-the-season-3-visual-in-the-background.jpg?resize=2000,1125
Anime, VIVA Mindset –Setelah jeda enam tahun, One-Punch Man Musim 3 akhirnya siap tayang pada 5 Oktober 2025, dengan adaptasi dari arc Monster Association yang sangat dinantikan. Namun, antusiasme ini dibarengi kekhawatiran dari banyak penggemar terkait kualitas animasi.
Trailer Dipenuhi Still Frames dan Kurang Gerakan
Cuplikan promosi awal (PV) dinilai banyak menggunakan still frames, gambar diam yang diberi efek sehingga tampak lebih seperti slide pameran daripada animasi dinamis.
Dikutip dari salah satu penggemar di akun twitternya @cytsun1 mengatakan: “Agak aneh bagaimana ini bahkan bukan animasi, hanya gambar diam dengan efek di atasnya, membuat saya mempertanyakan apakah ini hanya trailer saja karena, tidak mungkin mereka tidak bisa menganimasikan gerakan mulut mereka”.
Dampak dari Studio J.C. Staff dan Tekanan Produksi
Sejak Season 2, peralihan ke studio J.C. Staff memicu kritik. Banyak fans merasa animasi Season 2 terlalu statis dan kurang berenergi dibandingkan karya studio Madhouse di Season 1.
Selain itu, jadwal produksi Musim 3 dianggap terlalu padat, teaser dibuat oleh satu key animator, bukan seluruh tim sebagai sinyal bahwa animasi sebenarnya masih belum dimulai dengan serius.
Meski begitu, klarifikasi muncul dari salah satu animator yang bertanggung jawab membuat PV tersebut. Dikutip dari akun twitter @oza_kazu mengatakan: “Dikarenakan aku diminta untuk membuat PV, kali ini aku bekerja sebagai animasi director dan key animator. Karena itu hanya focus karakter, aku hanya memberikan sedikit usaha dari biasanya, mungkin".
Kritik Profesional: Susunan Frame dan Penyampaian Tensi Flat
Menurut analis, kelemahan animasi Season 3 bukan sekadar visual, melainkan frame sequencing (urutan bingkai) yang gagal menciptakan ketegangan dan keterikatan emosional:
1. Adegan kunci terasa kurang dramatis.
2. Frame kosong atau overshot mengurangi kekuatan visual aksi.
3. Kesetiaan terhadap manga tidak diimbangi dengan sinematik yang tepat.
Harapan di Balik Kekhawatiran: Titik Puncak Aksi
Beberapa fans beranggapan bahwa tampilan sederhana di awal mungkin disengaja agar sumber daya difokuskan pada adegan klimaks—khususnya pertarungan epik Saitama vs Garou yang telah banyak dinantikan lama oleh banyak fans. Dengan demikian, kualitas mungkin akan meningkat di momen-momen penting dalam arc Monster Association.