Ekolalia, Mengapa si Kecil Sering Mengulang Kata?

Anak yang mengulang kata belum tentu mengalami gangguan perkembangan
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/seorang-gadis-kecil-menghadiri-prasekolah-6137883/

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

img_title Kebiasaan Membaca Variatif agar Anak Tak Tumbuh Jadi Sosok yang Meremehkan Pendapat Pakar

Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Meski dapat menjadi bagian dari perkembangan normal, orang tua sebaiknya mulai waspada apabila kebiasaan mengulang kata masih menetap setelah usia 3 tahun atau disertai kesulitan berkomunikasi lainnya.

img_title Membaca Fiksi Sejak Dini agar Anak Paham Bencana Bukan Cuma Berita yang Cukup Dihadapi dengan Mindfulness

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak sulit memulai atau mempertahankan percakapan, jarang melakukan kontak mata saat berinteraksi, kesulitan memahami instruksi atau pertanyaan sederhana, serta menunjukkan perilaku berulang lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan apabila anak tampak frustrasi karena sulit mengungkapkan keinginannya sendiri atau perkembangan bahasa dan kemampuan sosialnya tidak sesuai dengan usianya.

img_title Mengenal Bullying pada Anak: Jenis, Dampak terhadap Kesehatan Mental, dan Cara Mencegahnya

Kondisi tersebut bukan berarti anak pasti mengalami gangguan tertentu, tetapi menjadi alasan yang cukup untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Langkah pertama yang paling penting adalah tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa anak mengalami gangguan tertentu hanya karena sering mengulang kata. Sebaliknya, amati perkembangan komunikasinya secara menyeluruh, seperti kemampuannya memahami instruksi, menjawab pertanyaan, menyampaikan keinginan, hingga berinteraksi dengan orang lain.

Saat berbicara dengan anak, gunakan kalimat yang sederhana dan jelas, beri waktu untuk merespons, serta ajak berkomunikasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Pendekatan seperti ini dapat membantu anak mengembangkan kemampuan bahasa secara bertahap.

Apabila ekolalia menetap, mengganggu komunikasi, atau disertai keterlambatan perkembangan lainnya, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau terapis wicara.

Melalui evaluasi menyeluruh, tenaga profesional dapat menentukan apakah anak memerlukan terapi wicara, intervensi perilaku, atau penanganan lain sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

Pada akhirnya, ekolalia bukanlah kondisi yang selalu perlu ditakuti. Pada sebagian anak, kebiasaan mengulang kata merupakan bagian dari proses belajar berbahasa.

Namun, jika perilaku tersebut terus berlangsung di luar usia yang diharapkan atau disertai hambatan komunikasi lainnya, pemeriksaan sejak dini dapat membantu anak memperoleh dukungan yang tepat agar kemampuan berbahasa dan berkomunikasinya berkembang secara optimal.