Pesona Mistis Kota Modern, NTE Bawa Vibes Mirip Ghostwire Tokyo
- https://image.api.playstation.com/vulcan/ap/rnd/202202/2800/vChw2eKB1HszLbMcQRVMVMzP.jpg
Game, VIVA Mindset – Dunia industri game saat ini terus menghadirkan kejutan dengan berbagai inovasi visual dan tema yang ditawarkan kepada para pemain. Belakangan ini, sorotan para penggemar game RPG tertuju pada proyek terbaru yang bernama Neverness to Everness atau yang biasa disingkat menjadi NTE. Menariknya, banyak pengamat dari luar negeri yang langsung membandingkan atmosfer permainan ini dengan sebuah judul game AAA populer yang rilis beberapa tahun lalu.
Dilansir dari IGN, game NTE yang dikembangkan oleh Hotta Studio ini menampilkan konsep dunia terbuka yang memadukan kehidupan urban berteknologi tinggi dengan fenomena anomali supernatural yang misterius. Perpaduan elemen inilah yang bikin vibes game tersebut dirasa sangat identik dengan sensasi horor dan misteri yang ada pada game Ghostwire Tokyo besutan Tango Gameworks.
Konsep urban yang berbalut misteri memang selalu punya daya tarik tersendiri karena terasa dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, namun ditambah bumbu fiksi yang di luar nalar. Dikutip dari Gematsu, latar tempat dalam game NTE mengambil lokasi di sebuah metropolis fiksi bernama Hethereau.
Kota ini digambarkan sangat hidup dengan berbagai infrastruktur modern, mulai dari jalan raya yang dipenuhi kendaraan hingga gemerlap lampu neon yang menyala di malam hari. Namun, di balik kemegahan tata kota tersebut, terdapat entitas supernatural atau anomali yang berkeliaran secara bebas. Hal ini tentu mengingatkan para pemain pada jalanan Shibuya dalam Ghostwire Tokyo, di mana kota modern yang padat mendadak dipenuhi oleh para entitas Yokai dan roh-roh tak kasat mata.
Apabila kita melihat lebih jauh ke dalam detail visualnya, kemiripan antara kedua game ini tidak hanya sebatas pada keberadaan hantu di tengah kota. Dikutip dari Polygon, presentasi visual yang diperlihatkan oleh NTE banyak menggunakan palet warna gelap yang dikombinasikan dengan kontras cahaya neon dari papan reklame serta lampu jalanan, menciptakan atmosfer eerie atau mencekam namun tetap estetik. Efek pantulan cahaya di jalanan aspal yang basah karena hujan sering kali menjadi bahasa visual untuk menekankan kesan kesepian di tengah keramaian kota. Pendekatan seni semacam ini persis seperti apa yang dilakukan oleh Ghostwire Tokyo untuk membangun ketegangan ketika pemain harus menyusuri lorong-lorong sempit dan stasiun bawah tanah yang terbengkalai.