Adu Desain Kota Masa Depan, Mana Yang Paling Keren?
- https://www.anantagame.com/images/20250922/1758531082979_b6414f6476.png
Game, VIVA Mindset – Tren game bergaya anime dengan tema tata perkotaan atau urban saat ini semakin mendominasi pasar global. Tiga judul raksasa yang kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan gamer adalah Neverness to Everness (NTE), Ananta atau yang sebelumnya dikenal dengan Project Mugen, dan Zenless Zone Zero (ZZZ). Ketiganya sama-sama menjual fantasi hidup di kota modern yang penuh dengan teknologi dan keajaiban.
Namun, jika dibedah lebih dalam, ketiga game ini punya resep rahasia yang sama sekali berbeda dalam meracik konsep urban planning atau tata letak kota mereka. Kalau kamu tipe pemain yang suka healing dengan cara jalan-jalan virtual menikmati pemandangan gedung dan jalanan raya, mari kita bedah satu per satu perbedaan konsep tata ruang dari tiga dunia digital ini berdasarkan beberapa literatur dan sumber luar negeri.
Dikutip dari IGN, Zenless Zone Zero yang digarap oleh developer raksasa HoYoverse mengambil pendekatan hub-based untuk dunia permainan mereka. Alih-alih menyajikan satu peta benua raksasa yang menyatu dari ujung ke ujung, konsep tata ruang di ZZZ lebih difokuskan pada area-area distrik yang terpisah namun memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Estetika yang diusung sangat kental dengan nuansa retro-futuristik.
Dilansir dari PC Gamer, area seperti Sixth Street di dalam game ini didesain menyerupai jalanan komersial di kota-kota Asia pada era 90-an atau awal 2000-an. Kamu akan menemukan toko kaset VHS, warung mi, dan mesin arcade yang berjejer rapat di gang-gang sempit.
Konsep ini menciptakan vibes perkotaan yang sangat cozy sekaligus terisolasi. Tata kotanya dibuat sangat berpusat pada pejalan kaki atau walkable, di mana ruang publik diapit oleh tembok-tembok penuh grafiti dan pipa industri. Hal ini sengaja dilakukan untuk menonjolkan narasi dunia yang sedang berada di ambang krisis akibat anomali spasial bernama Hollow. Ruang hidup manusia menjadi sangat terbatas, sehingga pembangunan kotanya difokuskan pada kepadatan ekstrem di lahan yang aman.
Berbeda 180 derajat dengan pendekatan intim ala ZZZ, game Ananta yang dikembangkan oleh Naked Rain dan NetEase Games justru menawarkan skala metropolis yang masif. Dikutip dari GameSpot, Ananta menghadirkan konsep urban open world dengan titik berat pada kebebasan mobilitas pemainnya. Kota di dalam game ini didesain bagaikan taman bermain parkour raksasa yang diterangi oleh lampu neon berwarna-warni khas cyberpunk, namun dengan palet warna siang hari yang jauh lebih cerah dan bersahabat.