The Devil Wears Prada 2: Miranda Priestly Kembali, Dunia Fashion Makin Panas
- https://m.cgv.id/movies/info/26019800
Film, VIVA Mindset – Setelah penantian hampir dua dekade sejak film pertamanya rilis pada 2006, The Devil Wears Prada 2 akhirnya resmi hadir pada tahun 2026. Sekuel film ikonik bertema fashion ini membawa kembali karakter-karakter legendaris yang dulu membuat penonton jatuh cinta dan takut pada kerasnya industri mode.
Film ini menjadi salah satu rilisan Hollywood paling dinanti karena menggabungkan nostalgia, drama kantor, dan dunia fashion modern yang kini jauh berbeda dibanding era majalah cetak dulu.
The Devil Wears Prada 2 tayang di bioskop mulai 1 Mei 2026. Film ini dirilis oleh 20th Century Studios dan langsung menarik perhatian publik sejak trailer pertamanya dirilis.
Kabar terbaik bagi penggemar lama adalah hadirnya kembali para pemain utama dari film pertama, seperti Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, dan Stanley Tucci sebagai Nigel.
Selain itu, ada sejumlah wajah baru yang ikut meramaikan film ini seperti Kenneth Branagh, Lucy Liu, Simone Ashley, serta Justin Theroux.
Cerita The Devil Wears Prada 2
Sekuel ini mengambil latar hampir 20 tahun setelah kisah pertama. Dunia media cetak sedang berada di ambang kemunduran, dan Runway Magazine harus berjuang untuk tetap bertahan di era digital.
Miranda Priestly masih memimpin dengan gaya dingin dan penuh tekanan, tetapi kini ia menghadapi tantangan baru, yaitu perubahan zaman, pengaruh media sosial, serta munculnya rival lama yang kini lebih berkuasa.
Andy Sachs yang dulu keluar dari Runway kembali masuk ke lingkaran Miranda. Sementara Emily Charlton kini menjadi sosok penting di industri fashion dan siap berhadapan langsung dengan mantan bosnya.
Jika film pertama menyindir kerasnya industri majalah fashion, maka film kedua ini membawa tema yang lebih relevan, tentang kemunduran media cetak karena dominasi influencer dan media sosial, persaingan brand mewah, perempuan yang berkarier di usia matang, hingga persaingan antara ambisi dan keseimbangan hidup.
Banyak kritik menyebut sekuel ini tetap mempertahankan humor tajam dan dialog sinis khas Miranda Priestly.