Rating IGRS Di Steam Akhirnya Normal Kembali

Steam dan IGRS
Sumber :
  • https://x.com/mog_mediaa/status/2040443737466405115?s=20

Game, VIVA Mindset – Setelah sempat membuat heboh jagat maya, klasifikasi usia atau rating game di platform Steam akhirnya berangsur kembali ke semula. Sebelumnya, gamer Indonesia dikejutkan dengan munculnya label Igrs atau Indonesia Game Rating System yang menampilkan batas usia sangat tidak masuk akal. Bayangkan saja, game tembak-tembakan brutal justru dinilai aman untuk balita, sementara game kasual yang dihiasi karakter lucu malah dilabeli khusus untuk audiens dewasa.

img_title Cloud Gaming: Masa Depan Gim Tanpa Konsol?

Keriuhan ini tidak pelak memicu gelombang protes habis-habisan dari netizen karena para gamer merasa sistem ini telah kehilangan akal sehatnya. Kekacauan sistem klasifikasi ini benar-benar terjadi secara masif dan menuai banyak kebingungan. Dilansir dari antaranews, publik digemparkan oleh penempatan usia game yang dinilai sama sekali tidak akurat, sebagai contoh nyata game bernuansa ringan dan sangat kartunis seperti Upin Ipin Universe secara mengejutkan diberi label usia delapan belas tahun ke atas.

Di sisi lain, game pertempuran dengan intensitas kekerasan tinggi seperti PUBG Battlegrounds malah mendapatkan label usia tiga tahun ke atas, sehingga anomali semacam ini memancing reaksi keras dari kalangan developer serta pemain, seperti pengamat industri di akun media sosial @direktorigim yang terus menyoroti kegagalan integrasi sistem tersebut.

img_title Game Eksklusif 2026: Petualangan Baru yang Wajib Dinanti

Melihat situasi yang menjadi bahan tertawaan, pihak kementerian langsung angkat suara. Dikutip dari tvonenews.com, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa tampilan rating Igrs pada Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi dan data tersebut diklaim belum pernah diverifikasi oleh pemerintah. Berdasarkan penelusuran mereka, rating yang saat ini muncul murni berasal dari mekanisme internal platform Valve yang berbasis pada metode self-declare, dengan kata lain data ditarik secara otomatis tanpa melalui meja verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia.

Alih-alih mengakui adanya ketidaksiapan teknis dalam fase integrasi dengan pihak platform, Kemkomdigi justru lebih fokus menuntut pihak Steam dan meminta klarifikasi penuh dari penyedia layanan tersebut tanpa membahas masalah dari sisi regulasi lokal. Dikutip dari komdigi.go.id, kementerian mengingatkan bahwa pencantuman label tanpa verifikasi berpotensi besar melanggar regulasi, yakni Permen Kominfo Nomor dua Tahun dua ribu dua puluh empat tentang Klasifikasi Gim.

img_title Mengapa Game Gacha Begitu Sulit Ditinggalkan?

Pemerintah juga memperingatkan adanya langkah administratif bagi penyelenggara sistem elektronik yang melanggar, yang mana respons ini ramai dinilai oleh netizen sebagai langkah menggeser penuh tanggung jawab atas kebingungan publik kepada pihak luar seolah-olah mengklaim bahwa sistem pemerintah sudah siap pakai padahal standar global sudah lama mampu berjalan rapi tanpa insiden kesalahan pelabelan.

Kini, berkat protes keras dan kawalan ketat dari para gamer tanah air, tampilan rating usia di Steam perlahan ditarik dan kembali ke pengaturan awal menjadi normal seperti sediakala tanpa embel-embel label yang menyesatkan. Sentimen di forum komunitas menganggap kasus ini menjadi representasi nyata bahwa eksekusi kebijakan digital memerlukan kesiapan teknis tingkat tinggi dan kebijakan proteksi tidak boleh hanya sekadar diluncurkan sebagai formalitas belaka.

Ketika sebuah sistem yang seharusnya menjadi proteksi anak-anak justru berubah menjadi bahan lelucon ngaco, maka efektivitasnya akan diragukan, namun setidaknya untuk hari ini rentetan protes netizen kembali membuahkan hasil. Para gamer bisa bernapas lega karena daftar buruan game mereka tidak lagi dipenuhi oleh klasifikasi usia yang serampangan, memperlihatkan kekuatan suara komunitas dalam mengoreksi kebijakan yang salah sasaran.

Sebagai penutup, kejadian menggelitik sekaligus memprihatinkan ini direkam oleh komunitas digital sebagai teguran keras bagi pembuat kebijakan bahwa integrasi sistem tingkat nasional dengan platform global mutlak membutuhkan sinkronisasi data yang matang. Gamer tanah air tetap diimbau untuk bersikap kritis mengawal aturan-aturan baru di ruang digital dan publik diharapkan aktif memberikan masukan agar masyarakat luas tidak terus-menerus menjadi sasaran misinformasi teknis, sembari menunggu pihak terkait membenahi dapur sistem mereka secara tuntas.