10 Ungkapan Populer Biasa Dianggap Hadis dan Ternyata Bermasalah
- freepik.com
Sayangnya sementara ungkapan pertama sama sekali tidak dikenal di kalangan ahli hadis, hadis kedua sendiri statusnya matruk (semi palsu) atau bahkan maudhu (palsu).
3. Bekerja untuk Dunia Seperti akan Hidup Selamanya
Kerja Secukupnya Tidak Berlebihan
- freepik.com
Ungkapan yang sering disebut sebagai hadis nabi ini biasa dijadikan motivasi bagi umat islam untuk bekerja sekuat tenaga.
Sayangnya, ungkapan tersebut ternyata sama sekali bukan hadis nabi. Jika pun ada, sumbernya bukan nabi melainkan sahabat nabi, Abdullah bin Amr bin al-Ash.
Dengan demikian, hadis semacam ini disebut sebagai hadis mauquf, yakni hadis yang berasal dari sahabat dan tidak sampai kepada nabi Muhammad saw.
4. Wanita Tiang Negara
Ilustrasi Dirut Pertamina Perempuan
- Pixabay / geralt
Untuk menjunjung posisi perempuan, kerap kali orang menyebutkan ungkapan ini dan dikatakan sebagai hadis nabi.
Dalam bahasa Arab, ungkapan tersebut berbunyi al-maratu ‘imadul bilad, artinya wanita adalah tiang negara.
Terusannya dikatakan apabila wanita baik maka akan baiklah negara, apabila wanita rusak maka akan rusak pula negara.
Sayangnya, ungkapan tersebut ternyata sama sekali bukan hadis nabi dan tidak tercantum dalam kitab-kitab hadis kredibel.
5. Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman
Tugu Pahlawan Surabaya.
- Diskominfo Surabaya
Hubbul wathan minal iman merupakan ungkapan populer yang kerap disebut sebagai hadis nabi, artinya mencintai tanah air sebagian dari iman.
Sayangnya, para ulama tidak menemukan jalur yang menghubungkan ungkapan tersebut kepada nabi Muhammad saw.
Dengan demikian, para ulama kemudian berkesimpulan bahwa ungkapan tersebut merupakan hadis palsu.
6. Orang yang Mengenali Dirinya Maka Dia Mengenali Tuhannya
Ilustrasi Tarian Sufi
- Pixabay / Zubeyde Tasel
Ungkapan ini sangat populer terutama di kalangan orang yang mempelajari tasawuf atau sufisme Islam.
Salah satu terjemahan buku karangan Jalaluddin Rumi bahkan menggunakan ungkapan ini sebagai judul buku.
Akan tetapi para ulama yang memuat ungkapan tersebut sebenarnya tidak pernah mengatakannya sebagai hadis nabi.
Ungkapan tersebut dikatakan bersumber dari Yahya bin Muadz al-Razi, artinya jika disebutkan sebagai hadis maka ungkapan tersebut adalah hadis palsu.
7. Makan Saat Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang
Ilustrasi Gaya Makan Tidak Sehat
- freepik.com
Ungkapan ini sangat populer dan sangat sering ditautkan kepada nabi Muhammad saw sehingga disebut sebagai hadis.