Tujuh Pemain Eritrea Menghilang, Peluang Lanjut ke AFCON 2027 Terancam
- https://www.bbc.com/news/articles/c747037e2kgo
Sepak Bola, VIVA Mindset –Tujuh pemain Timnas Eritrea dilaporkan hilang di Afrika Selatan setelah pertandingan kualifikasi Africa Cup of Nations (AFCON) 2027.
Kejadian ini membuat peluang Eritrea melanjutkan partisipasi di turnamen tersebut menjadi sangat tidak pasti dan menimbulkan kekhawatiran besar di internal tim.
Dilansir dari Al Jazeera, ketujuh pemain tersebut berasal dari 10 pemain lokal yang dibawa ke Eswatini.
Mereka menghilang saat tim transit di Afrika Selatan dalam perjalanan pulang dari Eswatini menuju Eritrea melalui Kairo, Mesir.
Rombongan awalnya berangkat bersama, namun ketika tiba di Kairo, tujuh pemain tersebut sudah tidak lagi berada dalam kelompok.
Pada 31 Maret 2026, Eritrea berhasil meraih kemenangan agregat 4-1 atas Eswatini.
Kemenangan ini bersejarah karena membawa Eritrea lolos ke babak grup kualifikasi AFCON untuk pertama kalinya dalam 19 tahun.
Hasil tersebut awalnya disambut sebagai pencapaian besar bagi sepak bola Eritrea, namun kini berubah menjadi krisis setelah hilangnya sebagian pemain.
Ketujuh pemain yang hilang adalah kiper Kibrom Solomon dan Awet Maharena, bek Wedeb Fessehaye, Yosief Tsegay, serta Nahom Awet, gelandang Medhane Redie, dan penyerang Amanuel Benhur.
Sementara itu, hanya tiga pemain yang kembali ke Eritrea, yakni kapten tim Ablelom Teklezghi, Nahom Tadese, dan Romel Abdu.
Pelatih Eritrea, Hesham Yakan, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Yakan mengatakan, “Sebagian besar dari mereka adalah pemain cadangan… saya rasa mereka tidak akan melanjutkan karier sepak bolanya.”
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa para pemain kemungkinan besar tidak kembali ke tim nasional.
Seorang pejabat Confederation of African Football yang enggan disebut namanya menyebut insiden ini sebagai “misteri”.
Ia menjelaskan, “Kami yakin seluruh pemain berangkat dari Eswatini menuju Afrika Selatan. Namun, ketika rombongan tiba di Kairo, tujuh pemain sudah tidak ada.”
Kasus ini bukan yang pertama terjadi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah atlet Eritrea dilaporkan menghilang saat berada di luar negeri.
Banyak di antaranya diduga mencari suaka politik atau peluang hidup yang lebih baik di negara lain.
Hilangnya tujuh pemain ini memberikan dampak langsung bagi timnas Eritrea.