Atlético Madrid Curi Kemenangan di Camp Nou, Barcelona Hadapi Misi Berat
- https://www.espn.com/soccer/report/_/gameId/401862887
Sepak Bola, VIVA Mindset –Barcelona harus menelan kekalahan 0-2 dari Atlético Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA musim 2025/26.
Laga yang digelar Kamis dini hari, 9 April 2026, di Spotify Camp Nou itu diwarnai kartu merah, gol cepat, hingga kontroversi penalti.
Kartu Merah Cubarsí Jadi Titik Balik
Dilansir dari ESPN, pertandingan berjalan ketat hingga akhir babak pertama.
Namun, pada menit ke-44, bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, mendapat kartu merah langsung setelah menjatuhkan Giuliano Simeone yang berada dalam posisi sangat berbahaya.
Wasit István Kovács sempat berkonsultasi dengan VAR sebelum memutuskan pelanggaran tersebut sebagai denial of obvious goal-scoring opportunity.
Keputusan ini memaksa Barcelona bermain dengan 10 orang hingga akhir pertandingan.
Hanya satu menit kemudian, Julián Álvarez langsung mencetak gol pembuka di menit ke-45 melalui tendangan bebas melengkung yang indah dan tak mampu dihentikan kiper Barcelona, Joan García.
Sørloth Menggandakan Keunggulan
Keunggulan jumlah pemain terus dimanfaatkan tim tamu.
Pada menit ke-70, Atlético menggandakan keunggulan lewat Alexander Sørloth.
Penyerang asal Norwegia itu menerima umpan silang akurat dari sisi kanan, mengontrol bola dengan dada, lalu dengan tenang menembakkan bola ke sudut bawah gawang dari jarak dekat.
Gol tersebut lahir dari serangan cepat yang memanfaatkan celah di pertahanan Barcelona yang sudah kelelahan karena bermain dengan 10 orang.
Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir.
Kontroversi Penalti
Barcelona sempat menuntut penalti setelah dugaan handball oleh pemain Atlético.
Menurut laporan Barca Universal, insiden terjadi saat Marc Pubill menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti setelah menerima lemparan dari kiper Juan Musso.
Namun, wasit tidak memberikan penalti.
Penyerang Barcelona, Marcus Rashford, langsung melayangkan protes.
“Itu jelas penalti. Situasi seperti itu pernah terjadi sebelumnya dan selalu diberikan. Saya tidak mengerti keputusan ini,” ujar Rashford.
Barcelona Dominan Tapi Gagal Maksimalkan Peluang
Secara statistik, Barcelona sebenarnya lebih dominan.
Data FotMob menunjukkan Barcelona mencatat sekitar 58-60 persen penguasaan bola dengan 18 tembakan, sedangkan Atlético hanya melepaskan lima tembakan.