Analis: Ancaman AS "No Quarter" untuk Iran Langgar Hukum Internasional
- https://www.aljazeera.com/news/2026/3/14/analysts-say-us-threat-of-no-quarter-for-iran-violates-international-law
Amerika Serikat, VIVA Mindset – Analis hukum kritik keras pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ancam "no quarter" alias tak beri ampun bagi Iran pada Jumat, 13 Maret 2026, sebut itu pelanggaran Konvensi Hague dan UU Kejahatan Perang AS 1996, di tengah serangan udara AS-Israel tewaskan 1.444 warga Iran termasuk 170 anak di sekolah perempuan selatan Iran, picu kekhawatiran taktik "maksimum letalitas" abaikan sipil dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 14 Maret 2026.
Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, mengonfirmasi ancaman tersebut dikutip Al Jazeera. "Kami akan terus maju, dorong tanpa henti.
No quarter, no mercy bagi musuh kami," katanya kepada wartawan.
Ia tolak "aturan keterlibatan bodoh" dan perang "politically correct".
Brian Finucane, Penasihat Senior International Crisis Group, soroti pelanggaran melalui wawancara telepon yang dilansir Al Jazeera.
"Pernyataan ini sangat mengkhawatirkan, karena bahasa agresif tanpa hukum ini bisa pengaruh perilaku perang di lapangan," tegasnya.
Ia sebut pengumuman "no quarter" saja sudah kejahatan perang, meski serangan awal 28 Februari disebut "tak terprovokasi".
Kelompok HAM kecam retorika Hegseth yang abaikan perlindungan sipil demi letalitas maksimal.
Konflik AS-Israel-Iran ini tuding langgar hukum internasional sebagai agresi ilegal.
Hingga kini, belum ada respons resmi Gedung Putih soal kritik analis.