Nike Diselidiki Trump Soal Dugaan Diskriminasi Pekerja Kulit Putih
- https://www.aljazeera.com/economy/2026/2/5/nike-probed-by-trump-appointee-over-claims-of-bias-against-white-workers
Amerika Serikat , VIVA Mindset – Komisi Kesempatan Kerja Setara AS (EEOC) yang dipimpin oleh Trump selidiki Nike atas tuduhan program Diversity Equity Inclusion (DEI) diskriminasi pekerja kulit putih di rekrutmen promosi PHK dan mentoring, tuntut data sejak 2018 soal kuota rasial 35 persen minoritas 2025, dilansir dari Al Jazeera pada Kamis, 5 Februari 2026.
Investigasi muncul dari pengaduan mantan komisioner EEOC Andrea Lucas 2024 pasca George Floyd, Nike konter klaim kooperatif tapi tolak sebagian panggilan pengadilan pengadilan Missouri paksa patuh.
Kasus ini simbol anti-DEI Trump balikkan narasi diskriminasi balik ke korporasi besar.
Andrea Lucas, dalam pengaduan dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 5 Februari 2026, tuduh, "Nike terap kuota rasial promosi PHK mentoring terbatas ras program DEI langgar hak kulit putih; EEOC selidiki pola diskriminasi sistematis sejak 2020."
Ia menargetkan Nike 35 persen korporat minoritas 2025 dari wakil eksekutif publik, jaksa meminta kriteria PHK independensi data eksekutif etnis.
Respons Nike melalui AP memberikan pasokan ribuan dokumen tetapi menganggap panggilan pengadilan "eskalasi tak biasa", komitmen melakukan inklusif secara hukum.
Sam Mitchell, pengacara Chicago, menyebut Nike jadi studi kasus Trump menghancurkan DEI, perusahaan lain seperti Disney Meta waspadai.
Hingga kini, belum ada temuan akhir namun investigasi perlebar balik narasi hak sipil.