Warga Kongo Takut Dirugikan Kesepakatan Mineral AS
- https://www.aljazeera.com/features/2026/2/4/we-are-exploited-congolese-fear-losing-out-as-us-makes-minerals-deals
Kongo, VIVA Mindset – Warga Kongo khawatir dirugikan kesepakatan mineral "sumber daya tukar keamanan" antara AS dan pemerintah Kongo yang amankan pasokan kobalt litium penting baterai kendaraan listrik teknologi terbarukan, sebut "diekploitasi" seperti era kolonial, dilansir dari Al Jazeera pada Selasa, 4 Februari 2026.
Kongo produksi 70 persen kobalt dunia tapi tambang picu konflik bersenjata polusi lingkungan kemiskinan ekstrem, kesepakatan Trump mediasi damai Kongo-Rwanda tahun lalu kasih akses AS tukar jaminan keamanan timur kaya mineral.
Aktivis desak pemimpin Afrika tolak jadi kambing hitam fokus masa depan sumber daya sendiri.
Dieudonne Kyavimpundu, aktivis hak asasi Kongo, dalam wawancara dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 4 Februari 2026.
"Kami dieksploitasi sejak kolonial, kesepakatan AS tak ubah nasib rakyat lokal; tambang kobalt kasih upah murah rusak lingkungan picu perang," katanya.
Ia tambahkan pemerintah Kongo tawarkan aset milik negara seperti mangan kobalt tembaga emas litium investor AS ikut komite gabungan tanpa transparansi manfaat warga.
Kesepakatan AS-Kongo Desember lalu kasih prioritas perusahaan AS aset mineral negara bagian, China kuasai 80 persen pengolahan kobalt Kongo tapi warga lokal tetap miskin.
Tambang Kolwezi Tenke Fungurume polusi air tanah anak pekerja usia 10 tahun gali manual demi $2 per hari.
Hingga kini, belum ada jaminan kesepakatan bawa pembangunan lokal bukan eksploitasi baru.