Kemarahan Muncul Saat MSF Terima Tuntutan Tak Wajar Israel
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/26/anger-as-msf-agrees-to-israels-unreasonable-demands-what-to-know
Palestina, VIVA Mindset – Doctors Without Borders (MSF) setuju serahkan daftar nama staf Palestina dan internasional di Gaza kepada otoritas Israel pada Senin 26 Januari 2026 demi lanjutkan operasi medis, picu kemarahan aktivis dan mantan karyawan yang khawatir data pribadi digunakan targetkan pekerja kemanusiaan di tengah 1.700 tenaga medis tewas akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023, termasuk 15 staf MSF.
MSF, dikutip dari Al Jazeera, Senin 26 Januari 2026, jelaskan keputusan sulit.
"Sejak 1 Januari 2026, staf internasional kami diblokir masuk Gaza dan semua pasokan ditahan; Israel beri pilihan mustahil, serahkan info atau tinggalkan ratusan ribu Palestina butuh perawatan vital," tegas pernyataan mereka usai diskusi panjang dengan staf Palestina yang setuju demi keselamatan.
Israel cabut lisensi 37 LSM termasuk MSF, Norwegian Refugee Council, Oxfam sejak 1 Januari karena tak penuhi "standar keamanan transparansi" baru, ancam hentikan operasi 1 Maret 2026.
MSF tolak tuduhan Israel soal hubungan dengan Hamas tanpa bukti, tekankan prioritas lindungi staf sambil berikan layanan independen.
Hass Abu Sah, dokter bedah Inggris eks-MSf Gaza, kritik keputusan.
"Palestina tak bisa beri persetujuan bebas di situasi seperti ini; ini langgar hukum perlindungan data UE dan langgar prinsip kemanusiaan," katanya dilansir dari Al Jazeera.
Hannah Kienzler dari King's College London sebut MSF biasa tarik diri jika misi terancam, tanya kenapa staf Palestina dianggap bisa dikorbankan.