Akses Sungai Batang Agam Lancar Usai Jembatan Armco Selesai
- Website antaranews.com
Sumatera Barat, VIVA Mindset – Pembangunan jembatan armco oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah putus dilanda banjir bandang telah selesai dibangun kembali. Akses jalan menuju Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali lancar.
Meskipun jalanan masih dipenuhi debu bekas tanah banjir banjir, aktivitas lalu lintas dari Nagari Maninjau menuju Nagari Sungai Batang terlihat lancer, pada Senin, 26 Januari. Dilansir dari antaranews.
Masyarakat di Nagari Sungai Batang sangat bersyukur dengan adanya jembatan armco itu karena tidak perlu lagi menggunakan bot atau ponton jika ingin pergi ke Maninjau.
"Alhamdulillah akses telah lancar kembali. Aktivitas kami tidak terganggu lagi," kata salah seorang warga Rida (31) di Sungai Batang Tanjung Raya Agam. Keberadaan jembatan itu sangat berarti bagi masyarakat karena akses menuju Maninjau lebih dekat cuma 10 menit.
"Baru sekitar dua minggu ini jembatan itu selesai dibangun dan saat ini telah bisa ditempuh kendaraan," katanya. Saat jembatan putus, masyarakat terpaksa menggunakan jalan lain jika hendak menuju Maninjau.
Terdapat dua jalur, pertama jalan darat memutar Danau Maninjau keluar di Jorong Kukuban PLTA dengan jarak tempuh mencapai dua jam perjalanan. Jalur kedua memakai ponton drum melewati Danau Maninjau dengan waktu perjalanan bisa mencapai 1,5 jam perjalanan dan memakai bot sekitar 15 menit perjalanan.
"Terima kasih kami ucapkan kepada TNI yang telah membangun jembatan ini," katanya. Warga lainnya Ayu (32) juga sangat bersyukur dengan selesainya pembangunan jembatan itu.
Namun, dia juga mengharapkan pembangunan jembatan satu lagi di perbatasan antara Jorong Kukuban Nagari Maninjau dengan Nagari Sungai Batang yang saat ini masih menggunakan jembatan darurat.
"Jembatan ini juga hancur di landa banjir bandang. Saat ini masih memakai jembatan darurat. Kami mengharapkan jembatan ini juga dibangun," harapnya. Ahsin Dt.Bandaro Kayo selaku Wali Nagari (Kepala Desa) Sungai Batang mengatakan ada sekitar 5.600 jiwa warganya yang memanfaatkan jembatan itu.
"Dengan selesainya jembatan ini maka aktivitas ekonomi warga kembali normal. Saya juga mengharapkan pembangunan jembatan yang lain segera dapat dilakukan," sebutnya.