Menkeu Targetkan Ekonomi 6% Berkualitas dan Inklusif 2026
- https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Menkeu-Dorong-Pertumbuhan-Ekonomi-Berkualitas
Jakarta, VIVA Mindset –Menteri Keuangan dorong pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui kebijakan fiskal moneter selaras pada Rabu, 14 Januari 2026, dengan target 6 persen ciptakan lapangan kerja massal, tingkatkan kesejahteraan rakyat, dan perkuat ketahanan nasional di tengah gejolak global.
Strategi akselerasi belanja awal tahun, debottlenecking investasi, dan evaluasi regulasi hambat usaha jadi kunci momentum ekonomi inklusif.
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, mengonfirmasi optimisme tersebut dilansir dari Kemenkeu.go.id, Kamis, 15 Januari 2026.
"Pertumbuhan ekonomi harus berkualitas inklusif; belanja fiskal cepat di awal 2026 sinkron moneter tekan suku bunga, satgas aduan pengusaha benahi iklim investasi agar 6 persen tak sulit dicapai," katanya.
Ia menambahkan stabilitas fiskal defisit 2,7 persen PDB dukung konsumsi investasi domestik lawan risiko eksternal.
Purbaya menekankan kolaborasi melalui pernyataannya yang dikutip Kemenkeu.
"Likuiditas Rp276 triliun ke perbankan naikkan permintaan agregat; perbaiki regulasi ganggu cepat, koordinasi fiskal-moneter jadi pondasi ketahanan ekonomi nasional 2026," tegasnya.
Sementara itu, stimulus Q1 2026 targetkan 5,6-5,7 persen momentum akhir 2025.
Agenda ini jadi ujian kebijakan Trump 2.0 dan volatilitas komoditas global.
Kemenkeu sinergikan OJK, BI, Kementan perkuat daya saing UMKM prioritas inklusif.
Hingga kini, belum ada proyeksi downside risk yang diumumkan resmi.