Rusia Gempur Kyiv 3 Tewas, Listrik Padam
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/9/russia-ukraine-war-list-of-key-events-day-1415
Ukraina, VIVA Mindset – Kyiv, Ukraina – Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan rudal balistik dan drone terhadap Kyiv dan wilayah lain di Ukraina pada malam hari menjelang Jumat, 9 Januari 2026, menewaskan setidaknya tiga orang dan melukai 16 lainnya, termasuk petugas medis darurat, di tengah peringatan dingin musim dingin yang ekstrem.
Serangan tersebut menghantam infrastruktur sipil seperti gedung apartemen dan fasilitas energi, memicu pemadaman listrik serta pasokan air di berbagai distrik Kyiv, sementara rudal balistik ke Lviv mencapai kecepatan 13.000 km/jam.
Tymur Tkachenko, kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, mengonfirmasi insiden tersebut dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 9 Januari 2026.
“Beberapa distrik Kyiv terdampak parah, termasuk Desnyanskyi di mana drone menabrak bangunan dan merusak dua lantai pertama sebuah gedung perumahan, serta Dnipro dengan pintu masuk gedung tinggi runtuh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu korban tewas adalah petugas medis yang merespons serangan dua drone berturut-turut, dengan empat rekan lainnya luka saat bertugas, dan sirene serangan udara berlangsung selama lima jam.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan serangan tersebut sehari sebelumnya, dilansir dari Al Jazeera.
“Rusia lebih mengandalkan musim dingin ketimbang diplomasi, menargetkan infrastruktur energi kami alih-alih bernegosiasi dengan AS dan Presiden Trump.
Ini harus diubah melalui tekanan pada Rusia dan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina,” tegasnya.
Zelenskyy juga mengungkapkan kemajuan dokumen jaminan keamanan bilateral dengan AS yang siap ditandatangani di tingkat tertinggi, sambil menekankan perlunya persatuan upaya Eropa dan Amerika.
Sementara itu, Gubernur Rusia Belgorod Vyacheslav Gladkov melaporkan serangan Ukraina menghancurkan utilitas lokal, menyebabkan 500.000 warga kehilangan listrik dan pemanasan, serta 200.000 orang tanpa air.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut pasukan Eropa di Ukraina sebagai “target militer sah” dan menuduh Ukraina serta sekutunya sebagai “poros perang”.
Perkembangan ini terjadi di hari ke-1.415 invasi Rusia ke Ukraina, di mana Presiden AS Donald Trump menegaskan kekuatan militer AS sebagai pertahanan utama melawan ambisi imperial Rusia, serta menyambut pertemuan AS-Rusia di Paris.