Mediatori AS-Pakistan-Utara: Menakar Tuntutan Damai Perang Iran
- https://www.aljazeera.com/economy/2026/3/25/us-iran-mediation-what-are-each-sides-demands-and-is-a-deal-possible
Qatar, VIVA Mindset – Upaya mediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dengan Iran berputar di sekitar proposal 15 poin yang dikirim via Pakistan, dengan kedua pihak masih terpaut jauh dalam tuntutan mereka pada Rabu, 25 Maret 2026, dikutip dari Al Jazeera.
Washington mengklaim telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik dan produktif” dengan Tehran, sementara pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa AS sebenarnya hanya “berunding dengan dirinya sendiri”.
Dalam laporan yang dilansir dari Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump menyodorkan paket 15 poin yang dirancang sebagai kerangka gencatan senjata satu bulan dan negosiasi berkelanjutan, disokong Israel, dengan Pakistan, Mesir, dan Turki mendorong rencana konferensi perdamaian di Islamabad.
Di balik layar, sumber-sumber diplomatik menyebut proposal itu berisi sejumlah tuntutan berat kepada Iran, mulai dari penghentian program nuklir sampai pembatasan rudal dan jaringan proksi regional.
Rincian yang dikutip dari Al Jazeera menyebut kubu AS–Israel menginginkan antara lain: gencatan senjata 30 hari; pembongkaran fasilitas nuklir Iran di Natanz, Isfahan, dan Fordow; komitmen permanen tidak mengembangkan senjata nuklir; serta pengiriman stok uranium yang sudah diperkaya ke badan pengawas internasional dengan pengawasan ketat terhadap infrastruktur nuklir yang tersisa.
Paket itu juga mencakup penghentian pengayaan uranium di dalam negeri, pembatasan jangkauan dan jumlah rudal, pemutusan dukungan Iran untuk kelompok bersenjata di kawasan, penghentian serangan terhadap infrastruktur energi, dan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.
Sebagai imbalan, menurut laporan Al Jazeera, AS menawarkan pencabutan semua sanksi terhadap Iran, pembongkaran kerangka sanksi PBB yang memungkinkan hukuman dijatuhkan kembali, serta bantuan teknis untuk pembangkit listrik di fasilitas nuklir Bushehr.
Namun sejauh ini belum jelas sejauh mana Israel setuju pada kemungkinan konsesi tersebut, dengan koresponden Al Jazeera mencatat bahwa di balik pintu tertutup, Tel Aviv mendukung garis besar 15 poin tetapi khawatir seberapa jauh Trump bersedia melunak demi kesepakatan.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dikutip dari Al Jazeera menegaskan bahwa penyelesaian perang yang dipicu serangan AS–Israel hanya mungkin terjadi jika klaim “hak yang sah” Iran diakui, termasuk reparasi atas kerusakan perang serta jaminan internasional kuat agar agresi serupa tak terulang.