Apa itu Gentle Parenting?
- https://brainmd.com/blog/what-is-gentle-parenting/
Parenting, VIVA Mindset – Parenting lembut atau disebut dengan istilah gentle parenting. Istilah modern untuk dunia kepengasuhan anak. Istilah yang masih terbilang asing bagi orang tua Asia, karena jenis pole pendidikan dan kepengasuhan ini adalah pergeseran dari gaya pengasuhan tradisional yang bersifat otoriter beralih ke pendekatan yang berfokus pada empati, interaksi dan koneksi emosional, saling menghormati, tapi tetap menetapkan batasan dan harapan yang jelas.
Pendekatan ini menegaskan komunikasi terbuka, mengakui dan mengakui keberadaan perasaan anak, serta membimbing anak dengan disiplin positif, bukan dengan hukuman atau rasa takut, sebagaimana pola pendidikan sebelum era media sosial.
Gaya pendidikan orang tua ini mendorong orang tua untuk mencontohkan perilaku aktif yang ingin ditunjukkan pada anak tanpa basa-basi atau perantara, seperti meminta maaf saat melakukan kesalahan, membantu anak mengembangkan pengendalian emosi serta menemukan jati diri mereka sendiri. Jika direfleksikan dalam poin, berikut 6 prinsip inti metode gentle parenting secara umum
1. Empati dan validasi. Sikap itu ditunjukkan orang tua alih-alih menolak emosi anak, tetapi menunjukan sikap empati kepada anak.
Contoh kasus: ketika anak menangis, orang tua dengan gaya tradisional mengatakan “Jangan menangis”, namun dalam gentle parenting, orang tua dianjurkan berkata, “Ibu/Ayah mengerti kenapa kamu sedih.”
2. Komunikasi terbuka. Orang tua menjelaskan alasan di balik aturan dan harapan, bukan hanya menyatakannya sebagai keputusan akhir tanpa pertimbangan anak
3. Sikap saling menghormati. Memperlakukan anak dengan hormat dan penuh kehangatan dan kebaikan, serta mendengarkan perasaan mereka.
4. Disiplin positif. Penerapan disiplin ini menggunakan bimbingan konseling dan koneksi untuk mengajar, bukan sangsi hukuman atau rasa takut. Termasuk menetapkan batasan dengan tenang tanpa berteriak atau amarah.
5. Refleksi diri orang tua. Meminta maaf kepada anak saat orang tua melakukan kesalahan, serta menyadari bahwa perilaku anak adalah suatu kesalahan sering kali menjadi bentuk komunikasi.
6. Menjadi teladan. Tunjukkan kesabaran, rasa hormat, dan pengendalian emosi, agar anak belajar melalui contoh nyata, dan segera menirukan bagaimana orang tuanya bersikap
Berikut 6 poin utama. Metode ini sudah digunakan oleh bentuk parenting modern di Eropa. Metode yang sangat berbeda jauh dengan kepengasuhan orang tua Asia, yang seringkali disebut pola tradisional. Perbedaan tersebut dapat diutamakan dalam tiga garis besar, antaranya:
1. Pergeseran dari otoritarianisme (kerap kali disebut sebagai gaya pendidikan VOC). Gaya pendidikan ala orang tua Asia sering menekankan otoritas dan kepatuhan, sedangkan gentle parenting mengutamakan hubungan yang lebih setara.
2. Penekanan pada perasaan. Menjadikan orang tua untuk lebih memperdulikan perasaan anak, tertimbang hanya fokus pada prestasi akademik dan kepatuhan terhadap aturan.
3. Fokus pada motivasi intrinsik. Tujuannya adalah menumbuhkan motivasi dan kecerdasan emosional dari dalam diri anak, bukan sekadar kepatuhan eksternal
Tampaknya, metode gentle parenting ini akan membuah generasi emas. Namun, merubah gaya kepengasuhan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Terutama, iklim, budaya Asia amatlah jauh berbeda dengan Eropa. Tentu metode ini memiliki tantangan dan kesalahpahaman yang sudah kerapkali diketahui khalayak masyarakat Indonesia modern. Bahkan, terbilang orang tua muda Asia kini masih nyaman dan tenang menggunakan pola kepengasuhan tradisional. Karena sudah melekat dalam darah daging dan kebiasaan tunduk dan patuh yang berbeda dari gaya modern.