Manfaat Mendongeng Sebelum Anak Bisa Membaca
- https://pixabay.com/id/photos/selama-natal-anak-permainan-3046494/
Parenting, VIVA Mindset –Banyak orang tua sering menunggu. Menunggu anak bisa baca sendiri. Baru setelah itu mereka mau membacakan buku.
Padahal, menurut @parentingworker di Instagram, semakin dini kita membacakan buku, dampaknya makin besar. Membacakan buku ke anak tak harus menunggu mereka bisa baca.
Kenapa?
Perkembangan anak bukan hanya soal isi cerita. Ini tentang hal yang lebih penting.
Saat kita membacakan buku, anak merasa dicintai. Anak merasa ditemani. Ini jauh lebih berharga dari sekadar hafalan cerita.
Anak Mengingat Siapa yang Membacakan
Sering kali, anak zaman sekarang lebih banyak dengar cerita dari YouTube. Bukan dari mulut kita. Anak sebetulnya butuh koneksi. Ini lebih dari sekadar hiburan.
Menurut buku "The Read-Aloud Family" yang dikutip dalam slide tersebut: "Buku membantu keluarga melambat dan terhubung." Membaca bersama itu menenangkan sistem saraf. Koneksi menjadi semakin kuat. Stres juga bisa menurun.
Anak mungkin tidak ingat semua detail cerita. Tapi anak pasti akan ingat, siapa yang membacakan.
Contoh Nyata dalam Keseharian
Coba bayangkan ini. Sepulang kerja, kamu sudah merasa lelah. Daripada langsung sibuk dengan gawai, ambillah satu buku cerita pendek. Duduklah di samping anak. Bacakan cerita itu perlahan.
Kamu mungkin berpikir, "Ah, hanya bisa menemani selama 10 menit." Tapi dalam 10 menit itu, kamu sedang menciptakan waktu. Waktu yang semakin mendekatkan dengan anak. Kesempatan di mana anak merasa seluruh perhatianmu tertuju padanya. Fase atau saat seperti ini bukan hanya membentuk otak anak. Tapi juga membentuk hatinya.
Mendongenglah Malam Ini
Jadi jangan tunggu anak bisa baca. Jangan tunggu waktu luang yang sempurna. Waktu luang tak akan pernah ada. Mulai saja bacakan satu cerita pendek setiap malam. Cuma perlu sedikit waktu. Tapi manfaatnya sangat besar.
Mulai hari ini, jadikan ritual membaca bersama sebagai jembatan. Jembatan yang menghubungkan hatimu dengan si kecil. Ini bukan cuma tentang literasi. Ini tentang cinta dan kehadiran. Hadiahkan anakmu rasa dicintai setiap hari.