Avoidant Attachment dalam Film Breakfast at Tiffany’s
- https://s2982.pcdn.co/wp-content/uploads/2020/07/breakfast-at-tiffanys-audrey-hepburn-film-still-feature-700x375-1.jpg.optimal.jpg
Ketika orang (siapa pun, tetapi terutama pria dalam film) mendekatinya, dia akan waspada—dia menjauhkan mereka atau menghilang sendiri.
Dia memandang hubungan sebagai sesuatu yang murni transaksional, gagasan tentang kedekatan dan cinta yang selama ini dianutnya telah hancur total akibat ulah predatornya dan kesedihan karena kehilangan orang tuanya di usia yang sangat muda.
"Ia berfungsi melalui penampilan, pesona, dan pengalihan perhatian dalam hubungan, tidak pernah berpegang teguh pada satu identitas cukup lama untuk benar-benar dikenal. Polanya menerima uang atau bantuan dari orang lain memiliki dua fungsi psikologis: menjaga hubungan tetap transaksional sehingga ia tidak perlu mengambil risiko ketergantungan emosional, dan memberinya rasa kendali yang tidak dimilikinya saat masih kecil," kata Pharaon kepada Coveteur.
"Saya melihat penghindarannya sebagai bentuk perlindungan diri, berakar pada masa kecil di mana kedekatan itu berbahaya, orang dewasa tidak aman, dan kelangsungan hidup membutuhkan penemuan kembali yang konstan. Holly belajar bahwa ia hanya dapat mengandalkan dirinya sendiri. Sebagai orang dewasa, ia menjaga keintiman pada jarak tertentu, mengubah hubungan menjadi peran, dan menggunakan pesona serta mobilitas untuk mencegah realitas emosional mengejarnya.", tambahnya.
Menyerah pada Perasaan
Di akhir film, Holy berlari menembus hujan menuju Cat dan Paul, sebagai pengakuannya akan keinginannya pada cinta, kasih sayang, dan kedekatan. Ia menyerah ada perasaannya meskipun belum tahu bagaimana akhir ceritanya Bersama Paul dan Cat.
Menghadapi masalah keterikatan dapat berarti menempatkan diri anda di luar sana dengan cara yag paling menakutkan, dengan melawan semua yang dikatakan otak dan tubuh anda.
Namun pada cerita Holy Golightly yang happy ending, kita dapat belajar untuk menyerah pada perasaan, tidak menahannya dan membiarkan diri menerima cinta.