Avoidant Attachment dalam Film Breakfast at Tiffany’s

Holy Golightly mencari ketenangan di depan Tiffany
Sumber :
  • https://s2982.pcdn.co/wp-content/uploads/2020/07/breakfast-at-tiffanys-audrey-hepburn-film-still-feature-700x375-1.jpg.optimal.jpg

Film, VIVA Mindset –Film Breakfast at Tiffany’s adalah film klasik ber genre komedi romantis adaptasi novel berjudul sama karya Truman Capote, yang disutradarai oleh Blake Edwards dan dibintangi oleh aktris dan model legendaris Audrey Hepburn.

Film ini dirilis pada tahun 1961. Dilansir dari Wikipedia, film ini menghasilkan 14 juta Dolar dengan biaya produksi 2,5 juta Dolar. Breakfast at Tiffany’s mendapatkan nominasi dan memenangkan berbagai penghargaan, termasuk memenangkan musik terbaik melalui soundtrack nya yang terkenal, Moon River.

Dilansir dari IMDB, diceritakan Holly Golightly, seorang sosialita elegan dari Upper East Side yang menghabiskan waktunya di antara pesta-pesta liar dan perjalanan singkat misterius ke Sing Sing, yakin bahwa ia telah melihat dan melakukan segalanya sebelumnya.

Namun hidupnya menjadi rumit. Seolah-olah mencari jati diri saja sudah cukup menantang, pemburu kekayaan yang selalu berpakaian rapi ini mendapati dirinya lengah ketika penulis yang sedang berjuang, Paul Varjak, menjadi tetangga barunya.

Paul pun tidak kebal terhadap daya tarik Holly yang memesona. Sedikit demi sedikit, saat penyewa tampan itu menyerah pada momen tersebut, bersemangat untuk bersenang-senang di sekitar kota demi kegembiraan baru, perasaan kelembutan yang luar biasa membanjiri hati Paul yang lelah akan dunia.

Bagaimanapun, penulis yang kurang bersemangat dan gadis impian yang tak terhentikan itu memang ditakdirkan untuk bersama, meskipun mereka diam-diam berjuang untuk menahan masa lalu mereka.

Avoidant Attachment dan Holly Golightly

Dalam film ini, karakter Holy Golightly dinilai memiliki avoidant attachment style, atau gaya keterikatan menghindar dalam sebuah hubungan. Seperti yang dijelaskan oleh psikiater pernikahan dan keluarga Vienna Pharaon kepada Coveteur, "Holly menunjukkan gaya keterikatan yang sangat menghindar, dibentuk oleh pengalaman ditinggalkan yang mendalam di masa kecil dan pengalaman awal di mana orang dewasa tidak aman, tidak dapat diandalkan, atau secara terang-terangan mengeksploitasinya," kata Pharaon.

"Riwayatnya dengan Doc Golightly mengisyaratkan masa kecil yang ditandai dengan ketidakstabilan dan kebutuhan prematur untuk mengurus dirinya sendiri. Terlepas dari apakah penonton menyadarinya secara sadar atau tidak, Holly adalah seorang gadis remaja yang rentan yang diasuh oleh seorang pria dewasa yang kemudian menikahinya—pengalaman yang menggabungkan pengasuhan, kelangsungan hidup, seksualitas, dan ketergantungan ke dalam satu hubungan yang membingungkan. Dinamika itu saja sudah cukup untuk menghubungkan sistem saraf seorang anak dengan kedekatan yang dikaitkan dengan bahaya, kewajiban, dan hilangnya kekuasaan."

Dalam film, diceritakan Holly senang berpesta dan mengambil keuntungan dengan mendapatkan uang dari pria – pria yang ia temui di pesta. Sangat mudah untuk mengkarakterisasi Holly sebagai Wanita yang memanfaatkan dan membuang pria ketika kita tidak memiliki pengetahuan yang tepat untuk menganalisis perilakunya.

Menamakan Kucingnya ‘Kucing’

Diceritakan Holy memiliki kucing di apartemennya. Kucing itu dinamakannya ‘Cat’ atau kucing secara harfiah. Saat mengenalkannya ke Paul, Holy menambahkan bahwa ia dan kucingnya “Don’t belong to each other”. Hal ini menunjukkan Holy yang tidak ingin terikat dengan kucingnya, atau dalam hal lain, siapapun di sekitarnya.

Kabur ke Tiffany;s sebagai Coping Mechanism

Pada awal film ditunjukkan adegan ikonik dimana Holy turun dari taksi di kawasan Manhattan pada dini hari setelah berpesta. Ia turun membawa kopi dan croissant dan melangkah ke depan toko perhiasan favoritnya, Tiffany and Co. Kegiatan itu adalah coping mechanism Holy dari luka yang dimilikinya. Ia berkata, “Only good things happen in Tiffany’s”.

"Mean Reds"

Dilansir dari Evie Magazine, didalam film Holy mendeskripsikan “Mean Reds” sebagai kecemasan atau kondisi menakutkan yang berada di luar kontrol. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai manifestasi dari masalah keterikatannya yang belum terselesaikan.

Mekanisme penanganannya dengan mengunjungi Tiffany, di mana "tidak ada hal buruk yang bisa terjadi," menunjukkan kebutuhannya akan tempat berlindung yang aman tanpa risiko yang dirasakan dari keterikatan manusia. Tiffany adalah tempat di mana dia merasa aman dan karena itu dia pergi ke sana ketika merasa tidak aman secara emosional.

Tidak heran mengapa dia pergi untuk sarapan. Itu adalah ritual yang menenangkan setelah malam yang dihabiskan dengan merasa sendirian meskipun dikelilingi oleh "teman-teman".

Berakar dari Trauma

Masa lalu Holy diceritakan cukup kelam, dimana orangtuanya meninggal saat ia masih kecil dan ia dirawat oleh dokter hewan berdama Doc Golightly. Ternyata, Doc Golightly adalah predator, dimana ia menikahi Holy saat Holy masih berusia 14 tahun.

Holly mengatasi traumanya dengan terus-menerus menciptakan kembali dirinya sendiri, dari gadis desa menjadi sosialita Manhattan, misalnya. Dia percaya bahwa jika tidak ada yang benar-benar tahu siapa dirinya, tidak ada yang dapat menyakitinya.

Ketika orang (siapa pun, tetapi terutama pria dalam film) mendekatinya, dia akan waspada—dia menjauhkan mereka atau menghilang sendiri.

Dia memandang hubungan sebagai sesuatu yang murni transaksional, gagasan tentang kedekatan dan cinta yang selama ini dianutnya telah hancur total akibat ulah predatornya dan kesedihan karena kehilangan orang tuanya di usia yang sangat muda.

"Ia berfungsi melalui penampilan, pesona, dan pengalihan perhatian dalam hubungan, tidak pernah berpegang teguh pada satu identitas cukup lama untuk benar-benar dikenal. Polanya menerima uang atau bantuan dari orang lain memiliki dua fungsi psikologis: menjaga hubungan tetap transaksional sehingga ia tidak perlu mengambil risiko ketergantungan emosional, dan memberinya rasa kendali yang tidak dimilikinya saat masih kecil," kata Pharaon kepada Coveteur.

"Saya melihat penghindarannya sebagai bentuk perlindungan diri, berakar pada masa kecil di mana kedekatan itu berbahaya, orang dewasa tidak aman, dan kelangsungan hidup membutuhkan penemuan kembali yang konstan. Holly belajar bahwa ia hanya dapat mengandalkan dirinya sendiri. Sebagai orang dewasa, ia menjaga keintiman pada jarak tertentu, mengubah hubungan menjadi peran, dan menggunakan pesona serta mobilitas untuk mencegah realitas emosional mengejarnya.", tambahnya.

Menyerah pada Perasaan

Di akhir film, Holy berlari menembus hujan menuju Cat dan Paul, sebagai pengakuannya akan keinginannya pada cinta, kasih sayang, dan kedekatan. Ia menyerah ada perasaannya meskipun belum tahu bagaimana akhir ceritanya Bersama Paul dan Cat.

Menghadapi masalah keterikatan dapat berarti menempatkan diri anda di luar sana dengan cara yag paling menakutkan, dengan melawan semua yang dikatakan otak dan tubuh anda.

Namun pada cerita Holy Golightly yang happy ending, kita dapat belajar untuk menyerah pada perasaan, tidak menahannya dan membiarkan diri menerima cinta.