Cara Orang Tua Mengenalkan Bahasa Inggris pada Anak Sejak Dini
- https://www.pexels.com/search/anak%20membuka%20kamus/
Parenting, VIVA Mindset – Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak. Selain bahasa ibu, saat ini banyak orang tua mulai mengenalkan bahasa asing seperti Bahasa Inggris sejak usia dini.
Namun tidak sedikit orang tua yang masih ragu. Sebagian khawatir anak akan mengalami kebingungan bahasa atau justru kesulitan memahami bahasa ibu. Padahal, jika dilakukan dengan cara yang tepat, pengenalan Bahasa Inggris sejak dini justru dapat membantu perkembangan bahasa anak.
Dilansir dari penelitian dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, stimulasi Bahasa Inggris pada anak dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana baik di rumah maupun di sekolah.
Beberapa ahli bahkan menyebutkan bahwa anak dapat mulai dikenalkan Bahasa Inggris sejak usia 3 hingga 11 tahun. Pada rentang usia ini anak memiliki kemampuan yang baik untuk mempelajari kosa kata baru.
Salah satu cara paling sederhana yang bisa dilakukan orang tua adalah menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.
Misalnya dengan memberikan instruksi sederhana seperti:
“open your hand”
“close your eyes”
“come here”
“let’s clean up”
Instruksi tersebut dapat disertai dengan gerakan tubuh agar anak lebih mudah memahami makna kata yang diucapkan. Anak usia dini cenderung lebih mudah belajar melalui kegiatan yang menyenangkan. Oleh karena itu, orang tua dapat memanfaatkan berbagai media seperti lagu, permainan, atau video edukasi dalam Bahasa Inggris.
Misalnya dengan memutar lagu anak-anak berbahasa Inggris, membaca buku cerita sederhana, atau bermain kartu bergambar yang berisi kosa kata.
Kemampuan bahasa anak tidak hanya dipengaruhi oleh sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga. Anak yang sering mendengar Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari biasanya akan lebih cepat memahami kosa kata baru.
Selain itu, rasa ingin tahu dan motivasi anak juga menjadi faktor penting dalam proses belajar bahasa. Orang tua tidak perlu menuntut anak untuk langsung fasih. Yang terpenting adalah memberikan stimulasi secara konsisten dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.