Kisah di balik lagu “December” karya Neck Deep
- https://www.instagram.com/p/DS8G6lAAaaq/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Musik, VIVA Mindset –Di tengah gelombang musik pop punk yang kembali populer sejak awal 2012, satu band yang terus mencuri perhatian adalah Neck Deep. Band ini dikenal luas lewat lagu lagu mereka yang penuh energi, emosi, dan lirik yang menceritakan hidup serta hubungan termasuk salah satu lagu paling ikonik mereka yang berjudul “December”
Neck Deep merupakan band pop punk yang dibentuk pada tahun 2012 di Wrexham, Wales, Britania Raya. Proyek awal band ini di mulai saat Ben Barlow (Vocal) bertemu dengan Lloyd Roberts (gitaris) dan merilis lagu pertama yang berjudul What Did You Expect ? secara online.
Respons positif kemudian muncul dari penggemar membuat mereka memperluas formasi dengan menambahkan Matt West (gitaris), Dani Washington (Drum) dan Fil Thorpe Evans (Bass). Perjalanan musikal mereka berkembang pesat hingga menandatangani kontrak dengan label rekaman dari Hopeless Records pada tahun 2013.
Sejak saat itu, Neck Deep terus berkarya dengan merilis berbagai album studio seperti Wishful Thinking (2014), Life’s Not Out to Get You (2015), The Peace and The Panic (2017), All Distortions Are International (2020), Neck Deep (2024). Band ini juga dikenal dengan penghargaan seperti Bset British Newcomer dan Best Live Band di berbagai ajang musik bergengsi, menunjukkan posisi mereka sebagai salah satu band penting dalam kancah musik pop punk global.
Namun, diantara lagu mereka yang energik dan semangat, terdapat satu trek yang berhasil mencuri perhatian pendengar karena kedalaman emosinya, yaitu lagu “December”
Di rilis pada tahun 2015 sebagai bagian dari album Life’s Not Out to Get You, “December” bukan hanya sekedar lagu yang enak untuk didengar, melainkan sebuah cerita yang kuat tentang patah hati, penyesalan dan penerimaan yang dialami seseorang di salah satu periode yang paling dingin dalam setahun.
Lagu ini menceritakan tentang seorang pria yang menghadapi kenyataan pahit ketika hubungannya berakhir di pertengahan bulan Desember, bulan yang sering diasosiasikan dengan musim dingin, dingin emosional, dan rasa kesepian. Awalnya dalam bait awal, penulis lagu ingin menggambarkan betapa ia ingin mencoba memperbaiki hubungan itu, namun ia hanya berputar di sekitar blok rumah, menelpon berulang kali, namun cintanya tidak lagu dibalas.
You missed every call that I had tried. So now I’m giving up… A heartbreak in mid December
Lirik tersebut menunjukkan perjuangan seseorang yang mencoba sekuat tenaga menyelamatkan hubungan, namun akhirnya memilih menyerah saat cintanya tidak dihargai. Rasa sakit yang terus membekas kemudian menjadi tema utama lagu December.
Apa yang membuat “December” bukan hanya lagu putus cinta biasa adalah bagaimana suasana bulan itu sedang hujan, dingin, dan panjang sehingga menjadi metafora sempurna untuk kesedihan yang dialami Penulis Lagu. Rasa sepi dan keterasingan semakin kuat dirasakan saat ia menyaksikan mantan pasangannya dengan orang baru, sementara ia masih terjebak dalam bayang-bayang kenangan lama.
Meskipun banyak lirik lagu ini berfokus pada rasa terluka dan kesendirian, ada juga bagian yang menunjukkan keikhlasan dan harapan baik terhadap sang mantan. Penulis lagu berharap mantannya mendapatkan kehidupan bahagia, rumah yang sempurna, dan masa depan yang lebih baik meski ia sendiri masih berjuang merelakan cinta yang hilang.
I hope you get your ballroom floor, your perfect house with rose red doors
Lirik tersebut bukan hanya sekadar kata-kata indah melainkan simbol dari harapan murni yang masih tersisa di tengah rasa sakit. Ia mencoba melihat masa depan dari sudut pandang yang lebih positif, sekaligus menunjukkan kedewasaan emosional yang lahir dari pengalaman pahit tersebut.
Lagu “December” sering dianggap sebagai satu dari anthem emosional yang kuat karena berhasil menggambarkan kehilangan, kerinduan, serta proses penyembuhan yang dialami banyak orang. Lagu ini tidak hanya berbicara tentang putus cinta tetapi tentang bagaimana seseorang belajar berdamai dengan masa lalu dan tetap membuka ruang untuk harapan, meskipun rasa sakit masih terasa.