Bagaimana Menumbuhkan Rasa Syukur pada Anak Sehari-hari?

Rasa syukur bukan hanya sekadar berkata “terima kasih”
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/little-girl-raising-hand-refresh-air_2887366.

Parenting, VIVA Mindset –Mengajarkan anak untuk bersyukur adalah bagian penting dari pengasuhan positif yang membantu mereka melihat nilai dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya soal hadiah atau momen spesial. Artikel dari A Fine Parent membahas sejumlah strategi nyata untuk mengembangkan sikap bersyukur anak yang berdampak jangka panjang.

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

Rasa syukur bukan hanya sekadar berkata “terima kasih”. Itu adalah kemampuan untuk menghargai hal-hal besar dan kecil, baik yang terlihat maupun tidak, seperti waktu bersama keluarga, makanan di meja, dan bahkan bantuan dari orang lain di sekitar kita. Orang tua memiliki peran krusial sebagai contoh teladan rasa syukur, karena anak cenderung meniru sikap dan perilaku yang mereka saksikan setiap hari.

1. Jadilah Contoh Langsung

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

Cara pertama yang paling kuat adalah menunjukkan rasa syukur sendiri. Misalnya, ucapkan terima kasih pada orang yang membantu seperti kasir di toko, pegawai layanan, atau teman yang memberi bantuan kecil. Ketika anak melihat orang tua bersyukur secara nyata, mereka belajar bahwa rasa terima kasih bukan sekadar formalitas, tetapi ekspresi menghargai tindakan orang lain.

2. Cari Momen Mengajar Sehari-hari

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

Tidak perlu momen besar untuk mengajarkan rasa syukur. Ketika anak lupa mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu, gunakan kesempatan itu untuk mengingatkan dengan lembut. Misalnya, setelah teman memberi camilan, ajak anak untuk mengenali kebaikan yang diterima dan bagaimana cara menunjukkan penghargaan yang tepat.

3. Fokus pada Pujian Positif

Dalam pengasuhan anak, sering kita lebih cepat menegur kesalahan daripada mengakui hal yang benar. Artikel ini menyoroti pentingnya memberi apresiasi ketika anak melakukan sesuatu yang patut dihargai, seperti membantu menaruh piring atau menunjukkan sikap baik kepada saudara. Pujian yang tulus dan penuh rasa syukur akan memperkuat perilaku positif itu.

4. Ekspresikan Apresiasi dengan Cara Kreatif

Syukur tidak harus selalu berupa kata-kata. Orang tua bisa membuat kegiatan kreatif seperti gratitude jar (stoples syukur) di mana setiap anggota keluarga menuliskan hal yang mereka syukuri setiap minggu. Bisa juga membuat pohon syukur di rumah, di mana setiap “daun” berisi sesuatu yang membuat hati bersyukur. Ini membantu anak membiasakan diri memikirkan hal positif secara teratur.

Halaman Selanjutnya
img_title