Ketika Anak Lebih Banyak Bertanya Pada AI, Haruskah Orang Tua Waspada?

Orang tua mendampingi dan mengawasi anak-anaknya
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/portrait-happy-family-using-tablet-computer-smartphone_9988595.htm

Parenting, VIVA Mindset – Anak-anak Gen Alpha (lahir sekitar tahun 2010-2025) tumbuh dalam lingkungan digital yang benar-benar berbeda dari generasi sebelumnya. Jika Gen Z tumbuh dengan media sosial, maka Gen Alpha tumbuh bersama chatbot, asisten virtual dan aplikasi berbasis AI lainnya yang bisa diajak bicara secara langsung layaknya teman.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Karena aksesnya yang mudah dan cepat, anak-anak terbiasa bertanya pada AI sebelum bertanya pada orang tua. Hal ini dikarenakan, AI mampu merespon dalam hitungan detik, menjalankan perintah dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami secara instan.

Meskipun begitu, pendampingan orang dewasa dalam penggunaan AI juga sangat penting, tujuannya agar anak tidak sepenuhnya bergantung pada robot dan anak dapat menyaring informasi dari setiap jawaban yang keluar. Di tahun 2026, penggunaan AI semakin meningkat, apakah hal ini dapat membantu perkembangan anak, atau justru berisiko?

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Berikut dampak positif penggunaan AI bagi perkembangan anak.

1.      Meningkatkan rasa ingin tahu

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Karena prosesnya yang cepat dan jawabannya yang mudah dipahami, anak akan lebih banyak bertanya, sehingga rasa ingin tahu dalam diri anak semakin banyak.

2.      Mendukung pembelajaran mandiri

Anak akan terbiasa mencari informasi sendiri, tidak bergantung pada orang lain.

3.      Melatih literasi digital

Anak belajar bagaimana menggunakan teknologi sebagai alat bantu, bukan sekadar hiburan dan alat bermain. Dalam konteks ini, AI bisa menjadi support system, bukan pengajar.

Meski banyak terdapat manfaat, ada juga potensi risiko dan dampaknya, di antaranya:

1.      Interaksi sosial menurun

Anak yang cenderung belajar dan bertanya lewat AI dibanding orang tua atau guru akan kehilangan kesempatan belajar empati, dampaknya, ia kesulitan memahami keadaan dan emosi orang lain.

2.      Ketergantungan kognitif

Kemampuan berpikir kritis dan problem solving bisa menurun. Jika anak terbiasa meminta jawaban instan, ia tidak akan menggunakan inisiatifnya untuk berpikir dan menemukan jalan dari masalahnya sendiri.

3.      Privasi, keamanan data dan informasi yang tidak selalu valid

Jika tanpa pendampingan, anak akan mudah menerima informasi mentah tanpa pikir panjang. Seperti halnya kebijakan privasi platform AI yang digunakan dan penggunaannya yang melibatkan pengumpulan data. Jika dibiarkan saja tanpa pendampingan, hal ini dapat berakibat fatal.

Halaman Selanjutnya
img_title