Dampak Ibu yang Kritis terhadap Kesehatan Mental Anak Perempuan
- https://www.freepik.com/free-photo/mother-with-daughter-walking-together-park_16934370.htm
Parenting, VIVA Mindset –Dikutip dari Wilson.Counseling.org, hubungan antara ibu dan anak perempuan seharusnya menjadi sumber dukungan dan kasih sayang. Namun ketika seorang ibu bersikap terlalu kritis atau menghakimi secara terus-menerus hal ini dapat meninggalkan bekas luka emosional yang mendalam dan memengaruhi kesehatan mental anak perempuan hingga dewasa Kritikan yang berulang-ulang seringkali membuat anak perempuan merasa tidak pernah cukup baik dan ini dapat membentuk pandangan negatif tentang diri mereka sendiri.
Dampak Emosional Jangka Panjang
Anak perempuan yang tumbuh dengan ibu yang kritis cenderung mengembangkan beberapa masalah emosional dan psikologis. Dampak pertama adalah Rendah Diri yang Mendalam. Mereka terus mencari pengakuan dan persetujuan dari orang lain karena merasa tidak berharga di mata orang yang paling penting bagi mereka. Kedua mereka rentan terhadap Perfeksionisme yang tidak sehat. Mereka merasa harus selalu tampil sempurna untuk menghindari kritikan yang pada akhirnya memicu kecemasan dan kelelahan. Ketiga mereka sering mengalami Kesulitan dalam Hubungan Intim dan pertemanan karena mereka sulit mempercayai orang lain dan takut dihakimi. Mereka juga cenderung menarik diri secara emosional.
Penting, Mengapa Ibu Bersikap Kritis
Perilaku kritis ibu seringkali berakar pada pengalaman masa lalu mereka sendiri seperti tekanan yang diterima dari orang tua mereka atau kesulitan mengelola emosi dan ketidakamanan diri sendiri Hal ini bukan berarti perilaku tersebut dapat dibenarkan namun pemahaman ini penting untuk proses penyembuhan anak.
Langkah Menuju Penyembuhan
Anak perempuan yang telah dewasa dan menyadari dampak ibu yang kritis dapat mengambil langkah untuk menyembuhkan luka batin mereka.
1. Tentukan Batasan Sehat.
Ini mungkin berarti membatasi topik pembicaraan tertentu dengan ibu atau mengurangi frekuensi interaksi jika diperlukan. Batasan ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan emosional diri sendiri.
2. Cari Dukungan Profesional.
Konseling atau terapi dapat membantu memproses emosi yang tertekan dan membangun kembali citra diri yang positif.
3. Lakukan Perawatan Diri.
Fokus pada kegiatan yang membangun harga diri dan memberikan rasa damai- seperti olahraga, hobi atau meditasi.