Kekerasan terhadap Anak dan Pentingnya Peran Parenting dalam Pencegahannya
- https://www.freepik.com/free-photo/young-child-suffering-abuse-by-parent-with-belt_39427803.htm
Parenting, VIVA Mindset –Kekerasan pada anak bisa muncul dalam banyak cara dan sering kali terjadi tanpa disadari orang-orang di sekitar. Salah satunya adalah maltreatment, yaitu perlakuan kasar seperti kekerasan fisik, seksual, emosional, hingga penelantaran. Bentuk kekerasan ini biasanya dilakukan oleh orang yang seharusnya melindungi seperti orang tua, pengasuh, atau pihak berwenang di rumah, sekolah, maupun panti.
Ada juga bullying, termasuk cyberbullying, yang sering terjadi di sekolah atau dunia maya. Ini berupa tindakan agresif yang dilakukan berulang oleh anak lain, baik secara fisik maupun psikologis.
Kekerasan remaja juga menjadi perhatian, terutama pada usia 10–29 tahun, yang sering berupa perkelahian, serangan fisik, hingga kekerasan geng. Sementara itu, kekerasan pasangan intim dan kekerasan seksual juga dialami banyak anak, terutama perempuan yang berada dalam pernikahan dini atau hubungan romantis yang tidak sehat.
Selain itu, kekerasan emosional seperti penghinaan, intimidasi, dan penolakan sering dianggap sepele, padahal sama berbahayanya. Jika kekerasan tersebut dilakukan karena jenis kelamin atau identitas gender, itu termasuk kekerasan berbasis gender.
Dampak Kekerasan pada Kehidupan Anak
Kekerasan dapat menimbulkan luka yang bertahan lama. Dalam kasus ekstrem, kekerasan dapat berujung pada kematian, terutama pada remaja laki-laki. Banyak juga yang mengalami cedera akibat perkelahian atau serangan fisik.
Dari sisi kesehatan, paparan kekerasan sejak kecil dapat mengganggu perkembangan otak dan berbagai sistem tubuh lainnya. Dampaknya dapat memengaruhi kemampuan belajar, konsentrasi, dan prestasi sekolah.
Anak yang pernah mengalami kekerasan juga lebih rentan menggunakan alkohol, obat-obatan, hingga mengalami gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Kekerasan seksual dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, hingga masalah kesehatan reproduksi.
Lebih jauh lagi, dampaknya bisa mengikuti hingga dewasa, risiko penyakit kronis meningkat, peluang putus sekolah lebih besar, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Bahkan, anak yang pernah menjadi korban juga bisa menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari.
Peran Parenting dalam Mencegah Kekerasan
Orang tua memiliki peran besar dalam mencegah kekerasan. Ikatan emosional yang kuat, komunikasi yang baik, dan pola asuh yang positif dapat menjadi pelindung alami bagi anak. Sebaliknya, kurangnya kelekatan, pola asuh yang buruk, atau konflik keluarga bisa meningkatkan risiko terjadinya kekerasan.