Merasa ‘Gila’ Saat Hamil? Yuk, Kenali Roller-Coaster Emosi Anda
- https://unsplash.com/id/foto/kelompok-pendukung-hamil-bertemu-di-sebuah-rumah-ZQd0nxRriWU
Parenting, VIVA Mindset – Masuk ke dalam kehamilan berarti tubuh dan pikiran Anda memasuki zona baru yang penuh perubahan bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Tiba-tiba Anda bisa merasa senang, sedih, marah, atau takut dalam waktu singkat, dan mungkin bertanya pada diri sendiri “Apakah saya jadi gila?” Jawabannya tidak. Semua ini sangat alami. Perubahan hormon seperti lonjakan estrogen dan progesteron saat trimester pertama bisa membuat Anda mudah menangis atau kesulitan fokus.
Di trimester kedua, ketika mual mereda dan gerakan janin mulai terasa, banyak ibu hamil merasakan semacam “honeymoon phase” perasaan gembira yang datang dengan tubuh yang mulai beradaptasi. Namun, memasuki trimester ketiga, kegembiraan bisa tergantikan dengan rasa cemas terhadap persalinan atau kewalahan melihat perut yang semakin besar. Dorongan kuat untuk membereskan rumah (“nesting”) bisa jadi tanda bahwa Anda sedang mempersiapkan diri untuk perubahan besar yang akan datang.
Bagaimana cara menghadapi pasang-surut emosi ini? Mulailah dengan menerima bahwa segala rasa yang Anda alami mulai dari tawa hingga tangis tiba-tiba adalah bagian dari perjalanan kehamilan. Berbagi perasaan Anda dengan orang terdekat atau bergabung dalam kelompok dukungan dapat membantu Anda merasa tidak sendirian. Self-care juga penting seperti istirahat yang cukup, aktivitas ringan yang Anda nikmati, dan memberi partner Anda tahu bagaimana mereka bisa mendukung Anda secara spesifik misalnya “Ketika saya mulai menangis, tolong siapkan sebuah teh dan biarkan saya beberapa menit sendiri.”
Dilansir dari Parents.com jika Anda mulai merasa bahwa emosi Anda tidak sekadar naik-turun biasa, melainkan terus-menerus sedih, gelisah, atau merasa tak berdaya selama lebih dari dua minggu tanpa momen rasa senang di antaranya, maka penting untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan. Perubahan hormon, kelelahan ekstrem, atau riwayat kesehatan mental bisa memperburuk kondisi, dan hingga 10–20 % dari ibu hamil mengalami gangguan seperti depresi kehamilan.
Pada akhirnya, kehamilan bukanlah periode di mana Anda diharapkan selalu bahagia. Ini adalah fase yang kompleks menggabungkan harapan, ketakutan, dan transformasi. Dengan pengertian yang tepat dan baik, Anda bisa melewati masa ini dengan lebih ringan dan lebih percaya diri bahwa segala emosi Anda valid dan bermakna.