Menguak Makna di Balik Perilaku Anak, Bukan Sekadar Nakal

Setiap anak memiliki karakter unik
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/close-up-happy-face-boy_4743626.htm

Parenting, VIVA Mindset –Ketika anak terlihat membantah, tantrum, atau melakukan hal-hal yang dianggap nakal, tak jarang orang tua langsung memberikan label negatif. Padahal, perilaku tersebut sering kali merupakan bagian alami dari tahapan perkembangan dan eksplorasi anak dalam memahami dunia sekitarnya. Dalam seri webinar Bersama Dunia Parenting Indonesia, Fitria Adriana, M. Psi., Psikolog, mengajak orang tua untuk menggali makna di balik perilaku anak supaya hubungan dengan buah hati semakin hangat dan tumbuh-kembang mereka berjalan optimal.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Perilaku Anak yang Sering Disalahpahami

Setiap anak memiliki karakter unik. Perilaku melempar barang pada anak usia 0-2 tahun misalnya, bukanlah hanya kenakalan, tapi bentuk eksplorasi sensori motorik yang membantu anak memahami sebab akibat. Saat memasuki usia 3-6 tahun, anak berada di fase egosentris tinggi, di mana mereka cenderung fokus pada dirinya sendiri dan menolak arahan orang tua sebagai bagian dari proses penguatan kemandirian.

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Emosi Anak yang Terkadang Tak Tersampaikan

Anak yang sering bertanya, berteriak, atau mudah menangis sebenarnya sedang berusaha mengekspresikan emosi yang belum dapat mereka ungkapkan secara verbal. Sayangnya, orang tua kadang terlalu cepat menghakimi perilaku ini sebagai “nakal” tanpa memahami kebutuhan emosional anak. Fitria menekankan pentingnya validasi emosi, konsistensi pola asuh, dan membangun komunikasi yang aman agar anak bisa belajar mengenali dan mengelola perasaannya dengan sehat.

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan

Kapan Harus Waspada?

Mengenali tanda-tanda yang perlu perhatian khusus juga penting. Anak yang tantrum berlebihan hingga usia lebih tua, menunjukkan perilaku agresif yang disengaja, mengalami kemunduran perkembangan, atau kesulitan berinteraksi sosial bisa memerlukan evaluasi psikologis lebih lanjut agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Bijak Merespon Perilaku Anak

Orang tua dianjurkan:

- Tetap tenang saat menghadapi perilaku menantang

- Konsisten dalam aturan dan tegas tanpa kekerasan

- Validasi dan bantu anak mengungkapkan emosinya

- Beri waktu anak menenangkan diri sebelum menasihati

- Hindari memberi label negatif yang berlebihan

Menguak makna di balik perilaku anak membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam tentang perkembangan emosi mereka. Alih-alih menilai “nakal”, orang tua perlu membangun komunikasi yang positif dan menyediakan ruang aman bagi anak mengekspresikan diri. Dengan demikian, anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu mengelola emosinya dengan baik.