Pentingnya Sensory Play untuk Mengasah Otak dan Emosi Anak

Ilustrasi balita sedang bermain sensory play
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/small-baby-feet-ribbed-rug_9129715.htm

Parenting, VIVA Mindset –Apakah kamu pernah melihat anak kecil tertarik menjelajahi berbagai benda di sekitarnya memegang pasir, mencium aroma bunga, mendengarkan suara air, atau bahkan mencicipi buah baru? Aktivitas seperti ini bukan sekadar main-main. Dikutip dari laman Parents.com, dijelaskan bahwa sensory play yaitu bermain sambil menggunakan panca indra mempunyai manfaat besar bagi perkembangan anak, dari kemampuan bicara hingga kreativitas. 

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Apa Itu Sensory Play?

Sensory play adalah segala jenis permainan yang melibatkan indera anak penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan perasa. Dari sejak bayi lahir, mereka belajar dunia lewat indera mereka. Mereka meraih benda, menyentuh objek berserat, mendengar suara-suara, dan mengeksplorasi tekstur lewat mulut dan kulit. Semua pengalaman ini membangun peta dunia dalam otak mereka. 

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Manfaat Sensory Play untuk Anak

Sensory play tidak hanya menyenangkan, tapi juga mendukung banyak aspek tumbuh kembang. Beberapa manfaatnya antara lain meningkatkan kemampuan bahasa saat anak mulai mencoba mendeskripsikan sesuatu lewat kata seperti “kasar”, “licin”, “manis”; memperkuat motorik halus lewat aktivitas seperti mencubit, menuang, atau mengancing; membantu memori dan observasi serta mendukung kreativitas dan keingintahuan anak terhadap lingkungan sekitar. 

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

 Anak dengan tantangan dalam hal sensorik, seperti autisme atau Sensory Processing Disorder, juga bisa sangat terbantu jika sensory play dilakukan dengan panduan yang tepat. 

Cara Memasukkan Sensory Play ke Kegiatan Sehari-hari

Tidak perlu membuat setup besar-besaran atau membeli mainan mahal. Banyak aktivitas sederhana bisa dimanfaatkan seperti menyediakan wadah isi-isi seperti butiran beras, pom-pom, atau kancing kecil, bermain dengan air dan es; mengeksplorasi pasir atau tanah; mencium aroma buah dan bunga, mendengarkan suara alami seperti gemericik air atau nyanyian burung; dan ikut memasak sambil membiarkan anak mencicipi, meraba, dan memperhatikan prosesnya. 

 Bisa juga lewat waktu mandi, tidur, atau saat berjalan-jalan di taman. Ide-ide kecil seperti itu bisa menyatu dalam rutinitas harian anak.

Sensory Play dan Ketenangan Emosi

Ternyata, permainan sensorik juga memiliki efek menenangkan. Saat anak melakukan aktivitas seperti menyiram air, mencelupkan tangan ke dalam bahan lembut, atau mendengarkan musik lembut, mereka bisa mengurangi rasa gelisah atau stres. Sensory play seperti ini membantu anak mengatur ketidaknyamanan internal, seperti kebosanan, kecemasan, atau kelebihan rangsangan. 

Halaman Selanjutnya
img_title