Cinta Sejati Layla Majnun Bahan Renungan di Hari Valentine

Ilustrasi Cinta Tragis Layla Majnun
Sumber :
  • Pixabay / Modman

MindsetKisah cinta Layla Majnun adalah kisah cinta yang sangat populer. Hampir semua orang mengetahui minimal garis besar kisah cinta mereka yang tragis. 

Tips Mengatasi Patah Hati Unik dan Lucu Ala Penyair WS Rendra

Kisah cinta yang sangat layak untuk direnungkan di Hari Valentine itu mengajarkan kita banyak hal tentang cinta. Kesetiaan dan cinta yang bukan cinta badani adalah dua poin utama yang paling mudah ditangkap dari cerita itu. 

Kisah cinta Layla dan Si Majnun berdasar dari kisah nyata. Layla merujuk pada Layla binti Mahdi, sementara Majnun merujuk pada penyair Qays Ibnu al-Mulawwah. 

3 Ulama Perempuan Bernama Rabi'ah yang Kadang Tertukar

Layla dan Qays hidup pada abad 7 M. Layla lahir sekitar tahun 648 M di Najd, namanya kini diabadikan menjadi nama kota tempat dia dilahirkan. Sementara Qays lahir sekitar 4 tahun setelah Layla. Keduanya meninggal pada abad 1 Hijriyah pada masa Dinasti Umayah

Kisah cinta Layla dan Qays adalah kisah kasih tak sampai. Cinta mereka terhalangi oleh ayah Layla yang memilih memingit Layla ketika kisah cinta mereka sudah tersebar demi alasan kehormatan. 

16 Ucapan Hari Valentine 2023 untuk Pasangan, Keluarga, atau Sahabat

Qays mendapat gelar Majnun yang biasa diterjemahkan sebagai Gila meski secara literal bermakna kerasukan jin. Hal itu disebabkan cinta dia yang sangat mendalam terhadap Layla membuat dia berjalan tak tentu arah sambil terus-menerus menyebut Layla, termasuk dalam puisi-puisinya. 

Sayangnya, perilaku Qays yang Gila itu justru membuat ayah Layla semakin menolak kisah cinta mereka. Layla kemudian dinikahkan secara paksa dengan seorang pria tampan bernama Ward Ats-Tsaqafi. 

Pernikahan itu membuat Qays semakin gila dan keluyuran di gurun, membacakan puisi sendirian di sana atau menulis nama Layla pada pasir gurun. 

Dikisahkan bahwa Layla kemudian sakit dan meninggal. Sakitnya sendiri diduga karena patah hati akibat cintanya terhadap Qays yang tak kesampaian.

Tidak lama setelah kematian Layla, Qays ditemukan meninggal di dekat makam Layla. Pada sebuah batu dekat makam itu ditemukan pahatan puisi dia untuk Layla. 

Kisah Layla dan Qays semula tersebar secara lisan sebelum kemudian dituliskan oleh beberapa sastrawan. Karena pola penyebarannya seperti itu maka ditemukan banyak versi yang berbeda-beda terkait rincian kisah tersebut meski garis besarnya sama. 

Layla misalnya dalam beberapa versi digambarkan sebagai perempuan yang sangat cantik, tetapi versi yang lain justru menunjukkan dia perempuan yang secara fisik biasa-biasa saja.

Nama Layla bahkan disebutkan berasal dari Layl yang artinya malam, merujuk pada kulitnya yang hitam, meski versi lain juga merujukkan nama itu pada bagian hitam di matanya yang sangat hitam. 

Dikisahkan juga ada seorang raja mendengar majnun-nya Qays dan marah karena menganggap hal tersebut tidak pantas bagi seorang pria. Dia kemudian mencari Layla dan merasa heran ketika menemukan bahwa Layla adalah perempuan sangat biasa sampai-sampai dibandingkan dengan selirnya yang paling biasa pun masih lebih cantik selirnya. 

Dia kemudian bertanya kepada Qays alasan mengapa dia bisa sampai menjadi gila sementara Layla sebiasa itu. Qays menjawab panjang lebar yang mengisyaratkan bahwa cinta dia bukan cinta badani. 

Salah satu ungkapan yang menarik dari jawaban dia adalah bahwa tidak ada gunanya membicarakan lebah dengan orang yang tidak pernah mengalami disengat lebah. Artinya, cinta adalah pengalaman yang tidak bisa digeneralisasi dan kerap kali hanya bisa dipahami oleh orang yang mengalaminya. 

Baca Juga

Salah satu versi Layla Majnun yang paling populer sampai sekarang adalah versi penyair Persia abad ke-12 Nizami Ganjavi. Berbagai versi terjemahannya sudah diterbitkan di Indonesia, meski dalam bentuk adaptasi prosa supaya lebih mudah dipahami sebagai sebuah cerita.

Sobat Mindset yang ingin membaca cerita Layla Majnun versi utuh bisa membacanya gratis di aplikasi Ipusnas. Cerita yang mengajarkan cinta sejati dan cinta yang melampaui batas-batas ragawi ini sangat cocok untuk dinikmati dan direnungkan pada momen Hari Valentin.