Kakak Mulai Cemburu Sama Adik Bayi? 7 Cara Ampuh Cegah Sibling Rivalry

Adaptasi dari anak tunggal menjadi kakak butuh proses
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/indoor-shot-happy-family-smiling-father-playing-with-two-daughters-sofa-cute-baby-biting-toy-dad-

Parenting, VIVA Mindset – Apakah kakakmu tiba-tiba jadi rewel sejak adik bayi lahir? Atau mungkin ia mulai bertingkah aneh seperti ngompol lagi padahal sudah lama tidak? Jangan panik, ini adalah reaksi normal yang dialami hampir semua anak pertama saat menyambut kehadiran adik baru.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Roslina Verauli, psikolog klinis anak dan remaja, mengungkapkan bahwa sibling rivalry atau persaingan antar saudara adalah hal yang wajar terjadi. Yang penting adalah bagaimana kamu sebagai orang tua mengelolanya agar tidak berkembang menjadi masalah jangka panjang.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Menurut Roslina, sibling rivalry muncul ketika anak merasakan perlakuan yang tidak setara dari orang tua. Meski kamu merasa sudah berlaku adil, jika si kakak menganggap perhatian yang diterimanya berkurang, kecemburuan pasti muncul. Berikut 7 Cara Ampuh Mencegah Sibling Rivalry

1. Mulai Persiapan Sejak Kehamilan

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Jangan tunggu sampai adik lahir baru bicara sama kakak. Mulai perkenalkan konsep "calon adik" sejak trimester kedua kehamilan. Caranya bisa dengan:

- Membaca buku cerita tentang kakak dan adik

- Mengajak kakak bicara sama baby di perut mama

- Menjelaskan perubahan yang akan terjadi dengan bahasa yang mudah dipahami

Untuk anak usia 2-3 tahun, gunakan pendekatan yang lebih sederhana. Misalnya, "Nanti ada baby kecil di rumah kita. Kakak akan jadi kakak yang hebat!"

2. Persiapkan Perubahan Lingkungan Jauh-Jauh Hari

Jika kakak harus pindah kamar atau berhenti menyusu, lakukan perubahan ini minimal 2-3 bulan sebelum adik lahir. Jangan sampai kakak merasa "diusir" karena kehadiran adik.

Jelaskan bahwa perubahan ini karena kakak sudah besar dan hebat, bukan karena tempat kakak diambil adik. "Wah, kakak sudah besar nih. Sekarang bisa tidur di kamar kakak sendiri seperti anak besar!"

3. Libatkan Kakak dalam Persiapan Menyambut Adik

Ajak kakak berbelanja perlengkapan bayi, memilih nama adik, atau mendekorasi kamar bayi. Ini membuat kakak merasa menjadi bagian penting dalam menyambut adik, bukan sebagai korban kehadiran adik.

4. Siapkan Hadiah dari Adik untuk Kakak

Saat pulang dari rumah sakit, bawa hadiah kecil untuk kakak dan bilang bahwa ini hadiah dari adik. "Lihat, adik bawa hadiah untuk kakak!" Ini membantu kakak melihat adik sebagai sosok yang memberikan kebahagiaan, bukan masalah.

Halaman Selanjutnya
img_title