5 Strategi Bangkitkan Minat Baca Anak Saat Masa Liburan
- https://unsplash.com/id/foto/suster-di-dalam-ruangan-di-rumah-membaca-buku-dengan-piyama-di-tenda-konsep-penguncian-1fsDWm3jsec
Parenting, VIVA Mindset – Saat masa liburan anak-anak mengabaikan rutinitas membaca dan lebih sering bermain di luar, gadget sehingga tugas sekolah hingga buku terkumpul di sudut meja. Padahal periode ini adalah waktu baik untuk menumbuhkan cinta membaca secara alami, bukan karena kewajiban. Berikut lima strategi dari para ahli agar membaca tetap menjadi bagian menyenangkan dari hari anak.
1. Temukan Genre yang Disukai Anak
Setiap anak punya ketertarikan yang berbeda. Ada yang suka cerita petualangan, ada yang tertarik nonfiksi dengan foto dan grafik, atau topik sains, alam, dinosaurus, dan lain-lain. Membantu anak menemukan buku yang sesuai dengan minatnya bisa menumbuhkan antusiasme membaca. Memberi mereka kebebasan memilih buku sendiri, berkunjung ke perpustakaan atau toko buku, atau punya kartu anggota perpustakaan dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap buku.
2. Jangan Lewatkan Membacakan Cerita
Membacakan cerita sebelum tidur atau saat waktu khusus di rumah bukan hanya menyenangkan, tapi juga memperkuat ikatan antara anak dan orang tua. Pilihan materi bisa fleksibel seperti buku cerita, majalah, buku bergambar, atau audio book. Membacakan dari suara orang tua atau mendengarkan bersama dapat menjaga kebiasaan membaca tetap hidup di sela-sela aktivitas liburan.
3. Sesuaikan Dengan Kemampuan & Dukungan
Tak semua anak langsung nyaman membaca sendiri. Ketika menemukan kesulitan seperti mengeja kata, memahami makna, atau rasa bosan, orang tua bisa memberi dorongan melalui dukungan dan bantuan. Misalnya dengan membaca bersama, berdiskusi tentang apa yang dibaca, atau menggunakan materi bacaan yang sedikit lebih mudah agar anak tidak frustrasi.
4. Gunakan Teknologi & Media Alternatif
Waktu liburan biasanya banyak aktivitas luar ruang, membaca tidak harus selalu dengan buku fisik. E-book, audio book, aplikasi bacaan, atau film adaptasi buku bisa menjadi alternatif menarik. Memanfaatkan momen seperti perjalanan di mobil atau saat santai bisa memperkenalkan media bacaan digital. Ini juga membantu anak yang lebih suka dengan layar agar ikut terbawa ke dunia literasi.