5 Aturan Dasar untuk Anak Agar Diterima Lingkungan
- https://pixabay.com/id/photos/rakyat-anak-laki-laki-kecil-taman-1560569/
Parenting, VIVA Mindset –Jika anak bisa beradaptasi dengan baik di setiap lingkungan, kamu tentu bangga, bukan? Anak bisa bermain denga aman, gembira dan rukun dengan teman-temannya.
Dilansir dari @motherandbeyond_id di Instagram, ada 5 aturan dasar yang perlu dikuasai anak. Sebagai orang tua, kamu pasti ingin anakmu tumbuh menjadi pribadi yang baik dan disukai banyak orang. Mengajarkan pada anak sejak dini 5 aturan ini, berarti membantu anakmu punya pondasi yang kuat untuk jadi pribadi yang disukai.
1. Jaga Ucapan
Ucapan bisa jadi pisau, lho. Mengajarkan anak untuk berpikir dulu sebelum bicara itu penting banget.
Contoh: Anakmu sedang main dengan temannya. Tiba-tiba anakmu mengomentari gambar temannya, "Ah, gambarmu jelek!" Tentu saja temannya jadi sedih. Nah, sama seperti itu. Ucapan kasar atau sembrono bisa menyakiti hati orang. Ajari anak untuk memilih kata-kata yang baik.
2. Jangan Ambil Milik Orang Lain
Ini soal menghargai milik orang lain. Anak harus paham kalau tidak semua yang dia inginkan bisa langsung dia ambil.
Contoh: Kamu melihat teman bermain anakmu punya mainan robot baru yang keren. Anakmu suka mainan itu. Tentu anakmu harus minta izin dulu untuk meminjamnya, bukan langsung mengambilnya. Begitu juga, kalau ada barang kesukaan anakmu, temannya juga harus minta izin dulu sebelum memegangnya.
3. Jika Salah, Minta Maaf
Mengakui kesalahan itu bukan tanda lemah. Minta maaf tanda berani dan bertanggung jawab. Minta maaf itu bisa memperbaiki hubungan yang rusak.
Contoh: Anakmu tidak sengaja menjatuhkan buku temannya sampai sobek. Daripada diam saja, ajari anak untuk bilang, "Maaf, aku tidak sengaja menjatuhkan bukumu sampai sobek." Setelah itu, arahkan anakmu menawarkan untuk membantu memperbaikinya. Ini menunjukkan bahwa anakmu bertanggung jawab.
4. Berani Jujur
Kejujuran adalah pondasi kepercayaan. Dengan jujur, orang lain akan merasa aman dan nyaman berada di dekat anakmu.
Contoh: Putramu tidak sengaja memecahkan vas bunga di rumah. Daripada menyembunyikannya dan menyalahkan kucing, lebih baik putramu jujur padamu, bukan? Awalnya mungkin putramu akan merasa takut, tapi hargailah kejujurannya. Jelaskan arti penting kejujuran pada putramu.