Positional Skull Deformity, Ketika Bentuk Kepala Bayi Terlihat Tidak Simetris
- https://www.freepik.com/free-photo/hands-mother-touching-head-her-baby-boy_976751.htm
Parenting, VIVA Mindset –Sebagai orang tua baru, kamu pasti sering memperhatikan setiap detail pada si kecil. Ketika bentuk kepala bayi terlihat tidak simetris atau agak peyang di satu sisi, wajar jika kamu merasa khawatir. Tapi tenang, dilansir dari laman Healthy children kondisi yang disebut positional skull deformity ini sangat umum terjadi dan biasanya bisa diatasi dengan cara sederhana.
Positional skull deformity adalah perubahan bentuk kepala karena bayi terlalu lama berada dalam satu posisi tertentu. Kondisi ini biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama kehidupan ketika tulang tengkorak bayi masih sangat lembut dan mudah berubah bentuk.
Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan bentuk kepala bayi berubah:
- Kebiasaan posisi yang sama: Beberapa bayi memiliki kebiasaan tidur atau duduk dengan posisi kepala yang sama terus-menerus. Misalnya, selalu miring ke kanan saat tidur atau duduk di kursi bayi.
- Kurangnya tummy time: Bayi yang tidak cukup sering tengkurap saat bermain cenderung lebih berisiko. Posisi tengkurap penting untuk melatih otot leher dan punggung, serta mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala.
- Kelahiran prematur: Bayi prematur, terutama yang lama dirawat di NICU, memiliki tulang tengkorak lebih lembut dan posisi yang lebih terbatas karena kondisi medis mereka.
- Komplikasi saat lahir: Proses kelahiran yang sulit atau penggunaan alat bantu seperti forceps atau vakum dapat memengaruhi bentuk kepala bayi sejak awal.
- Torticollis: Ketegangan atau ketidakseimbangan otot leher membuat bayi sulit menggerakkan kepala ke berbagai arah, sehingga meningkatkan risiko deformitas posisi.
Mengenali Jenis-Jenis Deformitas Kepala
Kamu perlu tahu bahwa ada beberapa jenis positional skull deformity:
1. Deformational Brachycephaly: Bagian belakang kepala rata secara simetris dan kepala tampak melebar dari samping. Ini sering terjadi pada bayi yang terlalu lama telentang tanpa cukup waktu tengkurap.
2. Deformational Plagiocephaly: Kepala bayi rata di satu sisi belakang dan dahi tampak lebih menonjol di sisi yang sama. Biasanya terjadi pada bayi dengan torticollis atau yang tidur dengan kepala selalu miring ke arah tertentu.