Waspada! 6 Tanda Anak Punya Masalah Penglihatan yang Sering Diabaikan

Ilustrasi anak yang memakai kacamata.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/boy-standing-near-bookshelf-261895/

Parenting, VIVA MindsetMasalah penglihatan pada anak sering kali luput dari perhatian orang tua, padahal dampaknya bisa serius terhadap prestasi belajar dan tumbuh kembang mereka. Ahli Bedah Mata sekaligus Direktur RS Mata Surya, Mumbai, Dr. Jay Goyal, mengingatkan pentingnya deteksi dini untuk menjaga kesehatan mata anak.

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

 

Dikutip dari Hindustan Times, Kamis, 4 September 2025, hampir 34% anak di India bersekolah tanpa mengetahui kondisi penglihatannya.

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

 

“Banyak dari mereka mengalami masalah refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme yang membuat mereka sulit melihat dengan jelas di kelas. Akibatnya, mereka sering tertinggal dari teman-temannya,” ujar Dr. Jay.

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

 

Dr. Jay menjelaskan, anak-anak sering tidak langsung mengeluhkan masalah penglihatan. Karena itu, orang tua perlu jeli mengenali tanda-tanda berikut:

 

1.      Kurang Konsentrasi di Sekolah

Anak yang sulit melihat papan tulis cenderung mudah kehilangan fokus, terlihat malas belajar, atau tidak betah mengikuti pelajaran.

 

2.      Memegang Gadget Terlalu Dekat

Kebiasaan ini sering menjadi tanda rabun jauh (miopia), di mana anak hanya bisa melihat jelas dari jarak dekat.

 

3.      Sering Menggosok Mata

Menggosok mata berulang kali bisa menandakan mata lelah, iritasi, atau gangguan penglihatan yang menyebabkan ketidaknyamanan.

 

4.      Mengeluh Sakit Mata atau Sakit Kepala

Hal ini terjadi ketika mata dipaksa bekerja terlalu keras untuk fokus.

 

5.      Menyipitkan Mata

Tanda alami bahwa anak berusaha memperbaiki fokus penglihatannya.

 

6.      Menutup Satu Mata atau Memiringkan Kepala

Gejala ini bisa menunjukkan ambliopia (mata malas) atau mata yang tidak sejajar.

 

Dr. Jay menyarankan agar anak menjalani pemeriksaan mata secara rutin, bahkan ketika tidak ada keluhan yang jelas. Pemeriksaan dini membantu mendeteksi masalah sejak awal dan mencegah dampak pada perkembangan akademik maupun sosial.

 

“Jangan tunggu anak mengeluh. Jika ada tanda-tanda seperti ini, segera lakukan pemeriksaan mata. Deteksi dini bisa membuat perbedaan besar bagi masa depan anak,” tegasnya.

 

Selain pemeriksaan rutin, orang tua juga bisa membantu menjaga kesehatan mata anak dengan membatasi penggunaan gadget, memberikan pencahayaan yang baik saat belajar, dan memastikan anak mendapatkan nutrisi yang mendukung kesehatan mata.

Halaman Selanjutnya
img_title