Song Kang dan Lee Jun-young Adu Akting sebagai Pianis Jenius di Drama Four Hands, Two Sonatas
- https://www.instagram.com/accounts/login/?
Drakor, VIVA Mindset –Setelah lama dinantikan, Song Kang akhirnya kembali menyapa penggemar lewat proyek drama terbarunya. Aktor yang baru menyelesaikan wajib militer itu dipastikan membintangi Four Hands, Two Sonatas, sebuah drama original Netflix yang mempertemukannya dengan Lee Jun-young dalam kisah penuh musik, persaingan, dan perjalanan menuju kedewasaan.
Mengusung tema coming-of-age, romansa, dan musik, Four Hands, Two Sonatas mengangkat kisah tentang dua pianis mudah berbakat yang dipertemukan oleh persaingan, mimpi dan kecintaan mereka terhadap musik klasik. Drama ini dijadwalkan tayang pada 29 Agustus 2026.
Song Kang Bertransformasi Menjadi Pianis Berbakat
Dalam Four Hands, Two Sonatas, Song Kang memerankan Kang Bi-o, seorang siswa berbakat di sekolah seni yang dikenal memiliki kemampuan piano luar biasa. Ia tumbuh sebagai sosok perfeksionis yang selalu mengejar kesempurnaan dalam setiap penampilannya dan bercita-cita menjadi pianis kelas dunia.
Kemampuan Bi-o membuatnya menjadi salah satu murid paling menonjol. Namun, keyakinannya sebagai yang terbaik mulai goyah ketika bertemu seseorang yang mampu menandingi bakatnya.
Lee Jun-young Hadir sebagai Rival yang Tak Terduga
Lee Jun-young berperan sebagai Choi Jeong-yo, seorang pemuda berbakat yang tumbuh dalam kondisi keluarga yang sulit. Meski memiliki bakat luar biasa dalam bermain piano, kehidupannya membuat ia sempat mengabaikan kemampuan tersebut.
Saat memasuki Korea Arts High School, Jeong-yo kembali bertemu Kang Bi-o, sosok yang pernah begitu ia kagumi sekaligus menjadi rival terbesarnya. Dari sinilah persaingan sengit di antara keduanya mulai berkembang, menghadirkan konflik emosional sekaligus perkembangan karakter yang menjadi daya tarik utama drama ini.
Makna di Balik Judul Four Hands, Two Sonatas
Judul Four Hands, Two Sonatas terinspirasi dari istilah dalam musik klasik yang menggambarkan dua pianis memaikan satu piano secara bersamaan. Konsep tersebut menjadi simbol hubungan Kang Bi-o dan Choi Jeong-yo yang dipenuhi persaingan, tetapi juga membutuhkan kepercayaan dan harmoni.
Melalui kisah Kang Bi-o dan Choi Jeong-yo, drama ini mengeksplorasi bagaimana dua orang dengan latar belakang berbeda saling mendorong untuk berkembang, menghadapi tekanan dunia musik klasik yang kompetitif, hingga menemukan makna sebenarnya dari sebuah kolaborasi.