Penyebab Anak Susah Fokus, Salah Satunya Gadget
- Photo by Mikhail Nilov: https://www.pexels.com/photo/a-boy-feeling-outcast-in-school-7929412/
Parenting, VIVA Mindset –Kemampuan fokus merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan anak mudah terdistraksi, cepat bosan, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Fenomena ini ternyata tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor—mulai dari gadget hingga pola hidup sehari-hari.
Gadget Sebagai penyebab paling banyak
Salah satu penyebab yang paling sering disorot adalah penggunaan gadget berlebihan. Dilansir dariInternational Journal of Educational Research (IJER), paparan teknologi digital yang intens dapat membuat anak terbiasa dengan stimulasi cepat sehingga sulit mempertahankan perhatian dalam waktu lama. Anak menjadi lebih impulsif dan mudah terdistraksi
Hal serupa juga dikutip dari Children and Screens, yang menyebutkan bahwa paparan layar pada anak usia dini bahkan dapat memengaruhi struktur otak yang berhubungan dengan sistem perhatian, bahasa, dan pemrosesan visual.Selain itu, screen time berlebihan juga berkaitan dengan gangguan tidur yang kemudian berdampak pada perilaku dan kemampuan atensi anak.
Namun, gadget bukan satu-satunya penyebab. Kurang tidur juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Dilansir dari Universitas Negeri Surabaya, pola tidur yang tidak teratur dapat memicu gejala inatensi dan hiperaktivitas pada anak.
Faktor Lainnya
Faktor lingkungan juga memiliki peran besar. Lingkungan belajar yang bising, terlalu banyak distraksi, atau metode belajar yang tidak sesuai dengan karakter anak dapat membuat mereka sulit mempertahankan fokus. Bahkan, anak yang terbiasa mengonsumsi konten video singkat cenderung mengalami penurunan kemampuan menyelesaikan tugas jangka panjang, sebagaimana dikutip dari Research Gate.
Tak kalah penting, kondisi psikologis anak juga berpengaruh. Anak yang mengalami stres, kecemasan, atau kurang mendapatkan perhatian emosional dari orang tua cenderung lebih mudah terdistraksi. Dalam beberapa kasus, kesulitan fokus juga dapat berkaitan dengan kondisi medis seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), yang ditandai dengan kesulitan mempertahankan perhatian dan kontrol impuls.
Melihat banyaknya faktor yang memengaruhi, orang tua perlu memahami bahwa anak yang sulit fokus bukan berarti malas atau tidak disiplin. Mereka membutuhkan pendekatan yang tepat. Salah satu langkah sederhana adalah membatasi penggunaan gadget secara bijak, serta memastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup.