Apa Itu Gentle Parenting dan Mengapa Banyak Orang Tua Mulai Menerapkannya?
- https://www.pexels.com/photo/a-mother-talking-to-her-child-7078729/
Parenting, VIVA Mindset –Istilah gentle parenting semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Pola asuh ini banyak dibahas di media sosial, buku parenting, hingga berbagai seminar mengenai perkembangan anak.
Tidak sedikit orang tua yang mulai menerapkannya karena dinilai mampu membangun hubungan yang lebih sehat antara orang tua dan anak. Meski begitu, masih banyak anggapan bahwa gentle parenting berarti membiarkan anak melakukan apa saja tanpa aturan.
Padahal, pendekatan ini tetap mengajarkan disiplin, tetapi dilakukan dengan cara yang lebih menghargai perasaan dan kebutuhan anak.
Dilansir dari UNICEF Parenting dan American Academy of Pediatrics (AAP), gentle parenting berfokus pada komunikasi yang baik, empati, serta pemberian batasan yang konsisten agar anak dapat berkembang secara emosional maupun sosial.
Apa Itu Gentle Parenting?
Gentle parenting adalah pola asuh yang mengutamakan rasa hormat, empati, dan komunikasi antara orang tua dengan anak.
Tujuannya bukan hanya mengubah perilaku anak, tetapi juga membantu mereka memahami emosi, belajar bertanggung jawab, serta membangun hubungan yang positif dengan orang tua.
Menurut UNICEF Parenting, anak yang dibesarkan dengan komunikasi yang hangat cenderung lebih mudah bekerja sama dan memiliki rasa percaya diri yang lebih baik.
Orang tua juga didorong untuk menjadi contoh dalam mengelola emosi dan menyelesaikan masalah.
Tetap Mengajarkan Disiplin
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa gentle parenting tidak mengenal aturan. Faktanya, pola asuh ini tetap menerapkan batasan yang jelas, hanya saja dilakukan tanpa kekerasan fisik maupun bentakan.
Dilansir dari HealthyChildren.org, disiplin yang efektif bertujuan mengajarkan anak memahami konsekuensi dari tindakannya, bukan sekadar membuat mereka takut terhadap hukuman.
Misalnya, ketika anak membuat kesalahan, orang tua dapat menjelaskan akibat dari perilaku tersebut dan mengajaknya memperbaiki keadaan. Cara ini membantu anak belajar bertanggung jawab atas tindakannya.
Membantu Anak Mengenali Emosi
Dalam psikologi perkembangan, kemampuan mengelola emosi tidak muncul secara otomatis. Anak membutuhkan bimbingan dari orang tua untuk mengenali apa yang sedang mereka rasakan.