Saat Koleksi Menjadi Loyalitas

Game otome
Sumber :
  • https://assets.papegames.com/nikkiweb/papegame/deepspaceen/material/20250110/255dde68d193f4e32e15e4fc4703b3b0.jpeg

Game, VIVA Mindset –Di banyak laporan industri, gamer perempuan tidak selalu mendominasi belanja total di semua game, tetapi di segmen gacha dan game bertema karakter, pola belanjanya sering terlihat lebih konsisten dan lebih tahan lama. Dilansir dari Newzoo, 43 persen female gamers melaporkan spending uang di game, sedangkan pada gamer pria angkanya 58 persen. Namun, Newzoo juga menegaskan bahwa gamer perempuan tetap sangat engaged dan hanya bergerak dengan pola discovery serta monetization yang berbeda.

img_title Dunia Silent Hill Penuh Misteri, Apa Sebenarnya yang Membuat Kota Ini Mengerikan?

Kalau dilihat lebih dekat, justru di gacha kekuatan itu sering muncul lewat pembelian yang berulang. Dikutip dari Niko Partners dalam Female Gamers in Asia, female gamers di Asia lebih mungkin melakukan in-game purchases, dan laporan itu juga menyebut bahwa mereka lebih sering spending pada items dan gacha. Masih dari laporan yang sama, 84 persen female gamers yang bersedia spending tercatat melakukan in-game purchases.

Pola itu nyambung dengan desain gacha sendiri. Dikutip dari artikel akademik Addiction and Spending in Gacha Games di MDPI, gacha mendorong kebiasaan spending lewat sistem undian, rasa penasaran, dan keinginan mengejar hasil tertentu. Studi itu juga mencatat bahwa makin lama seseorang bermain, makin besar kecenderungan untuk mengeluarkan uang pada draw. Dalam ekosistem seperti ini, loyalitas belanja tidak hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga oleh keterikatan pada karakter, koleksi, dan ritme update.

img_title Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis Trailer Baru, Ini Kisah yang Akan Dibawa ke Night City

Di segmen women-oriented games, faktor yang memicu repeat spending tampak makin jelas. Dilansir dari Niko Partners, women gamers cenderung merespons higher levels of customization, collectible items, dan exclusive cosmetics, karena elemen-elemen itu mendorong engagement dan repeat spending. Artinya, ketika sebuah game memberi ruang personalisasi yang kuat, pemain perempuan sering punya alasan tambahan untuk kembali login, ikut event, dan mengejar item baru.

Contoh yang paling ramai dibahas adalah Love and Deepspace. Dikutip dari Reuters, game mobile romance itu dikaitkan dengan basis pemain perempuan yang besar dan pendapatan global yang sangat tinggi. Business Insider juga melaporkan bahwa penggemarnya yang banyak berasal dari single women tidak hanya menghabiskan waktu di dalam game, tetapi juga uang untuk in-app purchases dan merchandise. Kasus ini menunjukkan bahwa pada game dengan emotional attachment yang kuat, spending bisa bergerak bersama rasa kedekatan pada karakter, cerita, dan komunitas.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title GTA VI Makin Jadi Sorotan Jelang Gameplay Perdana, Ini yang Terungkap dari Bocoran Terbarunya